src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo.(sumber : Andri)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bahari Joko Susilo menegaskan pihanya berkonsentrasi mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dampak dari transfer keuangan daerah (TKD) yang mengalami penurunan drastis.
”Salah satu sumber pendapatan baru kita dari retribusi pedagang pasar Tangga Arung Square,” tegas Bahari Joko, Kamis 5 Februari 2026.
Dilihat dari tahun sebelumnya, beber Joko, PAD dari sektor retribusi pedagang pasar milik Pemkab sekitar Rp 1 miliar. Bapenda menargetkan peningkatan. ”Caranya semua transaksi atau setor PAD, langsung transfer ke rekening kas daerah, tidak boleh lagi bayar melalui oknum, khawatir disalah gunakan,” jelasnya.
Bukan hanya pasar milik Pemkab saja yang menjadi sumber PAD. Fasilitas publik seperti taman yang ada di Kota Tenggarong cukup ramai pengunjung. Dampaknya, perputaran ekonomi yang besar bagi pedagang UMKM. ”Pedagang UMKM kita patuh bayar pajak retribusi,” tegasnya.
Wajib pajak yang ada di Kukar akan didata dengan detail. Sebab, ada pengusaha UMKM sederhana tapi setoran pajak retribusinya bagus. Tembus angka Rp 10 juta. Sedangkan pengusaha yang terlihat mentereng terkesan tidak bayar retribusi. ”Ada pertumbuhan wajib pajak (WP) baru dari usaha lainnya, sekitar 500 orang WP,” jelasnya.
Dirinya berharap, pasar dan tempat publik lainnya di Kukar semakin ramai sehingga berdampak juga terhadap PAD Kukar. Tahun 2025 lalu, PAD Kukar hanya sanggup terkumpul Rp 710 miliar saja.
Plt Kadisperindag Kukar, Sayid Fathullah mengakui, pendapatan retribusi dari pedagang yang berjualan di Pasar TAS belum besar. Ini karena baru satu bulan beroperasi. ”Pasar TAS akan dikelola secara profesional agar PAD sektor pasar alami peningkatan,” jelasnya.(Andri)