Beranda BERITA Dua Kebakaran di Samarinda, Masjid di Jl Lambung hingga Rumah di Jl...

Dua Kebakaran di Samarinda, Masjid di Jl Lambung hingga Rumah di Jl Aminah Ludes

Pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian di Jl Lambung Mangkurat. (istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dua kali musibah kebakaran melanda Kota Samarinda, Kaltim pada Senin 12 Oktober 2020. Kebakaran pertama terjadi pada jam 02.20 WITA dinihari yang membakar 3 bangunan di  Jalan Aminah Syukur. Terbaru, pukul 09.15, si jago merah mengamuk lagi di Jalan Lambung Mangkurat Gang Adonara RT 07, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir.

Di Jl Lambung, 4 bangunan 2 lantai, 1 unit bangunan rumah tunggal dan 1 unit bangunan Masjid terbakar. Dugaan sementara penyebab kebakaran dikarenakan adanya konsleting listrik di salah satu rumah warga.

Api berkobar dinihari di Jl Aminah. (istimewa)

Sebanyak 6 Unit mobil pemadam diturunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. “Durasi pemadaman dan pendinginan selama 1 jam,” ucap Wakil Komandan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda, Sunardi Siman.

Advertisement

Dia mengatakan, kendala yang dihadapi petugas di lapangan adanya akses masuk lokasi kebakaran adalah gang sempit.  Api mudah menyebar karena mayoritas rumah berbahan kayu.

“Petugas kami terkendala akses gang sempit. Sehingga menyulitkan untuk masuknya mobil pemadam. Tapi tentunya petugas kami di lapangan berusaha semaksimal mungkin melakukan pemadaman,” kata Sunardi.

Akibat musibah tersebut, lanjut Sunardi, tidak ada korban jiwa. Namun dari total 5 unit bangunan yang terbakar, sebanyak 5 kepala keluarga (KK) dan  25 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kerugian pun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

API BERKOBAR DINI HARI

Sebelumnya, warga yang bermukim di Jalan Aminah Syukur Gang Mulia RT 18, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, panik saat api mengamuk sekira pukul 02.20 WITA.

Baca Juga  Warga Berhamburan Dengar Gemuruh, Satu Rumah Nyaris Tertelan Longsor

Ada 3 unit bangunan ludes dilahap si jago merah. Kerugian diperkirakan mencapainya ratusan juta rupiah. Sedangkan penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian.

Wakil Komandan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda, Sunardi Siman mengatakan, pihaknya menerima laporan warga sekira pukul 02.21 WITA Senin dinihari.

Menerima informasi kebakaran, Damkar Samarinda segera menuju ke lokasi kejadian. Dibantu dengan PMK swasta, Balakarcana Samarinda, tim relawan gabungan untuk menjinakkan api.

Di lokasi kejadian, tim Damkar, PMK dan tim relawan kesulitan melakukan pemadaman. Akses menuju lokasi kejadian adalah gang sempit dan minimnya sumber air.

“Kendala kami di lapangan, tidak hanya akses masuk yang sulit di jangkau mobil pemadam, karena berada di gang sempit. Tapi juga sumber air minim, sehingga menyulitkan,” lanjut pria yang akrab disapa Didi ini.

Sementara api semakin membesar, melahap satu persatu bangunan yang mayoritas berkontruksi dari kayu.

3 unit bangunan masing-masing, 2 unit bangunan rumah tunggal dan 1 bangunan terdiri dari 2 lantai ludes terbakar. Ada 2 unit bangunan alami kerusakan ringan.

“Total penghuni 4 kepala keluarga (KK), 16 jiwa. Untuk data riil masih menunggu data dari instansi terkait,” ujar Didi.

Dari data Disdamkar kota Samarinda, musibah kebakaran yang melanda di Kota Tepian sejak periode Januari hingga September 2020 tercatat sebanyak 218 kejadian. Rinciannya bulan Januari sebanyak 20 kejadian, bulan Februari sebanyak 35 kejadian, bulan Maret sebanyak 47 kejadian, bulan April sebanyak 47 kejadian, bukan Mei sebanyak 18 kejadian, bulan Juni sebanyak 13 kejadian, bulan Juli sebanyak 14 kejadian, bulan Agustus sebanyak 9 kejadian. Pada bulan September 15 kejadian.

Baca Juga  Rudi Mas'ud Buka Musda X Partai Golkar Samarinda

“Saya menghimbau agar perlu dan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran,” pungkas Didi.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement