src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ribuan Mahasiswa-Buruh Konsolidasi, Siapkan Aksi Lanjutan Besok

Ribuan Mahasiswa-Buruh Konsolidasi, Siapkan Aksi Lanjutan Besok

3 minutes reading
Sunday, 11 Oct 2020 15:41 342 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Besok, Senin 12 Oktober 2020, ribuan mahasiswa dan kelompok buruh berencana kembali turun guna menuntut pembatalan UU Cipta Kerja. Aksi masih dipusatkan di depan Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, Kota Samarinda.

Sejak tadi malam hingga Minggu 11 Oktober 2020 sore, Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat berkumpul di Universitas 17 Agustus 45 (Untag) untuk melakukan konsolidasi  terkait rencana aksi lanjutan.

Humas Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat, Muhammad Akbar mengungkapkan, aksi lanjutan demonstrasi yang dijadwalkan besok, disepakati tadi malam.

Dalam konsolidasi tersebut, hadir seluruh BEM Universitas di Samarinda, BEM Unikarta, Kelompok Cipayung Plus dan kelompok buruh.

“”Kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat hampir semua hadir, termasuk kelompok buruh. Berdasarkan kesepakatan konsolidasi tadi malam, ya kami sepakat untuk melakukan aksi kembali, diagendakan hari Senin besok,” ucapnya saat dihubungi Headlinekaltim.co via telepon, Minggu 11 Oktober 2020.

Akbar membeberkan, sesuai agenda, titik kumpul akan dipusatkan di Islamic Center Jalan Slamet Riyadi pukul 09.00 WITA. Selanjutnya melakukan aksi long march ke Gedung DPRD Kaltim.”Lokasinya masih sama seperti kemarin, di kantor DPRD Kaltim,” kata dia.

Muhammad Akbar, dari Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam aksi demonstrasi besok. Tuntutan adalah  dicabutnya Omnibus Law  UU Cipta Kerja.

“Termasuk nelayan, buruh, petani dan lain-lain. Kami mengajak, kami mengimbau untuk bergabung dengan tuntutan tetap satu, cabut Omnibus Law,” imbaunya.

Selain aksi demonstrasi, Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat besok juga akan melakukan beberapa aksi seperti teatrikal, pembacaan puisi, menyanyikan lagu oleh tim musisi yang siap bergabung dalam aksi tersebut.

“Hasil konsolidasi tadi malam agar kawan-kawan tidak bisa saat aksi karena kemarin hanya dengan orasi saja. Kita sepakat, besok saat aksi akan ada gimic lainnya seperti teatrikal, baca puisi, menyanyikan lagu,” timpalnya.

Muhammad Akbar juga menegaskan tujuan Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat tetap tidak hanya mencabut Omnibus Law tetapi juga menduduki gedung dewan hingga  tuntutan disetujui. “Kami akan tetap duduki kantor DPRD,” tegasnya.

Disinggung soal adanya pelajar yang ikut bergabung dalam aksi, Akbar mengatakan pihaknya tidak akan menghalangi.  “Kalau konsolidasi tadi malam, adik-adik pelajar tidak ada. Tapi untuk besok, karena ini sifatnya seruan secara terbuka, berarti siapa saja yang ingin terlibat, dipersilakan untuk bergabung. Termasuk adik-adik pelajar,” katanya.

Untuk menghindari adanya “penyusup”, Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat akan kembali membahas secara teknis.

“Ini sifatnya teknis lapangan, dibahas hari ini, nanti jam 3 sore. Untuk membicarakan bagaimana di lapangan nanti. Tapi biasanya kalau teknis lapangan, kita tidak published ke media, khawatir petugas dapat mengantisipasi apa yang akan kita lakukan,” imbuhnya.

Dia mengaku, saat ini dirinya masih berada di Jakarta bersama-sama dengan aliansi mahasiswa gabungan se-Indonesia melakukan aksi lanjutan menuntut dicabutnya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Penulis: Ningsih

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x