Beranda BUMI ETAM Dua Daerah di PPU Episentrum Penyebaran COVID-19

Dua Daerah di PPU Episentrum Penyebaran COVID-19

Kepala Dinkes PPU dr Arnold Wayong. (foto: Teguh/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Dua wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) paling rawan penyebaran COVID-19. Hal itu diutarakan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten PPU dr Arnold Wayong.

Dua  daerah tersebut ialah  Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu. “Penyebaran kasus COVID-19 didominasi dari Kecamatan Penajam dan Babulu,” ujarnya, Senin 26 Oktober 2020.

Kecamatan Penajam dan Babulu, bebernya, menjadi episentrum penyebaran virus corona karena jumlah kasus terkonfirmasi positif lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.

Advertisement

Kecamatan Penajam, lanjut Arnold, menjadi penyumbang terbesar kasus COVID-19 sekitar 40 persen. Sedangkan Kecamatan Babulu sekitar 30 persen. “Oleh karenanya pencegahan penularan virus ini harus menjadi tugas bersama pemerintah dengan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan PPU ini mengatakan, Tim Satgas telah melakukan pemetaan level kewaspadaan penyebaran virus corona menurut wilayah kecamatan agar kewaspadaan masyarakat setempat dapat meningkat.

Dia juga mengungkapkan, saat ini, kasus baru banyak berasal dari riwayat pelaku perjalanan. “Penularan terjadi dari luar daerah, bukan transmisi lokal,” jelasnya.

Dari data Satgas Penanganan COVID-19 PPU, masih ada 12 warga terkonfirmasi positif dengan rincian tiga orang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung.

Sembilan orang lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pasien sembuh terdata sebanyak 113 orang.

Arnold mengimbau agar masyarakat PPU mengurangi aktivitas dan berkumpul di luar rumah karena penyebaran COVID-19 tidak dapat terdeteksi secara kasat mata.

Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kesadaran mengikuti arahan pemerintah, serta melaporkan apabila ada keluarga atau tetangga memiliki gejala virus corona.

Penulis: Teguh

 

Komentar