src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas Damkar mengevakuasi sarang tawon. (foto: Damkar/istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Saiki, warga Jalan Joyo Mulyo RT. 38 No 09, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kaltim, menjadi korban sengatan tawon jenis tabuan pada Minggu 25 Oktober 2020 sekira pukul 18.40 WITA.
Dia “dicium” tawon jenis mematikan di rumahnya sendiri. Rupanya, dua pengguna jalan yang sedang melintas di depan rumah korban tak luput diamuk Tawon Tabuan. Ketiga warga tersebut dibawa ke pusat kesehatan untuk mendapat pertolongan.
Wakil Komandan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda, Sunardi Siman membenarkan peristiwa tersebut.
“Tiga orang disengat tawon jenis tabuan. Seorang pemilik rumah dan dua lainnya pengguna jalan yang lewat. Informasi kami terima dan langsung ke TKP,” ucapnya, saat dihubungi via WhatsApp.
Posko 07 dibantu dengan Relawan Animal Rescue yang menerima informasi segera melakukan evakuasi sarang tawon itu. Proses evakuasi berlangsung sulit. Pasalnya, posisi sarang yang berada persis di bawah seng atap rumah dan terhalang lisplang.
Dengan menggunakan pakaian khusus penanganan tawon, petugas mulai mematikan lebah dengan cairan khusus. Setelah menunggu beberapa saat kemudian petugas Damkar dan relawan mengevakuasi sarang ke dalam plastik putih berukuran besar dan tebal.
“Petugas kami mengalami kendala saat proses evakuasi karena lokasi sarang berada di seng terhalang lisplang. Evakuasi berlangsung 90 menit dan selesai pukul 20.10 WITA,” kata Didi, sapaan akrabnya.
Didi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan evakuasi sendiri jika menemukan sarang tawon. Ia meminta agar masyarakat dapat melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran.
“Kepada masyarakat, jika ada menemukan sarang tawon, agar melaporkan kepada kami. Nanti kami yang akan mengevakuasi agar tidak ada jatuh korban jiwa,” pungkas Didi.
Penulis: Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim