src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Dr. Sarkowi V Zahry, S. Hut, MM, M.Si. HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur berharap Dewan Riset Daerah Kaltim diaktifkan kembali. Tujuannya agar pembangunan daerah didukung oleh basis penelitian sehingga makin fokus dan bermanfaat untuk masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Dr. Sarkowi V Zahry, S.Hut, MM, M.Si, mengatakan, dia meminta hal ini saat hearing yang dilakukan DPRD Kaltim bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim beberapa waktu lalu.
Pasalnya, kata dia, sejak tahun 2015, Badan Riset Daerah tidak aktif hingga sekarang. Sementara, peran lembaga riset sangat ditunggu dalam forum nasional maupun forum internasional.
“Di forum nasional dan internasional, Dewan Risetnya berkembang dan bisa unjuk gigi. Nah kita belum. Oleh karena itu supaya diaktifkan kembali Dewan Riset Daerah di Kaltim,” ucapnya, beberapa waktu lalu.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim ini menyebut ketidakaktifan Dewan Riset Daerah Kaltim terjadi karena kekosongan kepemimpinan di lembaga tersebut.
Dia berjanji, jika Dewan Riset Daerah kembali diaktifkan, maka DPRD Kaltim siap membantu “memuluskan” anggarannya.
“Kalau penjelasan dari mereka (Balitbangda) karena terjadi kekosongan, akhirnya itu tidak teranggarkan. Nah, kita minta supaya kembali diaktifkan. Kalau memang ada kekosongan kepemimpinan, agar dilakukan regenerasi kepemimpinan, kemudian bisa dianggarkan anggarannya. Itu menurut kami penting supaya pembangunan yang kita laksanakan didukung oleh basis penelitian,” kata Owi, sapaan akrabnya.
Disinggung anggaran Balitbangda Kaltim senilai Rp 8 miliar, Owi membenarkan anggaran yang diajukan adalah untuk pembangunan Sains Center. Namun, hal tersebut masih sebatas rencana.
“Belum teranggarkan di sini, mereka baru merencanakan pembangunan itu, tapi karena anggaran kita mengalami penurunan sehingga tidak semua diusulkan. Di anggaran kita kan menurun dari yang kemarin, rencana Rp 9 miliar jadi Rp 8 miliar. Paling tidak dipersiapkan perencanaannya sehingga nanti ketika anggaran kita memungkinkan, baru kita anggarkan,” paparnya.
Ditambahkan Owi, pada hearing tersebut, Komisi III juga mengharapkan adanya riset-riset prioritas untuk inovasi di Kaltim yang bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Misalnya terkait dengan penurunan pendapatan, itu harus ada penelitian, bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian kemajuan pembangunan. Itu perlu adanya riset yang dilakukan untuk bahan evaluasi sekaligus perbaikan untuk pembangunan yang akan datang. Termasuk inovasi yang dilakukan pemerintah daerah. Kami mendorong agar didasari oleh penelitian yang dilakukan Balitbangda,” katanya.
Menurutnya, jika Dewan Riset Daerah telah aktif kembali, maka diharapkan dapat melakukan pengkajian berbagai macam kebijakan terkait isu-isu strategis di Kaltim. “Di dalam Dewan Riset itu ada pakar, lintasakademisi, stakeholder, pelaku usaha, politisi, dan praktisi,” pungkasnya.
Penulis: Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim