src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim H Munawwar (foto: Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim H Munawwar mengatakan, pihaknya akan melakukan inventarisasi kantong-kantong penyedia hewan ternak jelang perayaan hari raya Iduladha tahun ini.
“Selain melakukan pengambilan sampel penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku ternak), kita juga sedang menginventarisasi pemasok ternak, berapa ketersediaan yang sudah ada di Kaltim. Hasil kami kemarin, sudah tersuplai di beberapa titik peternak,” ujarnya dihubungi headlinekaltim.co.
Dirinya berharap jelang lebaran Iduladha tidak ada kenaikan harga ternak, karena adanya pembatasan ternak yang masuk ke Kaltim dari daerah pemasok ternak yang bukan daerah wabah.
“Kalau permintaan tinggi dan kebutuhan tinggi, mudahan harga tidak jadi bias karena adanya penyakit ini. Tapi bisa saja kenaikan tidak signifikan, karena ketersediaan masih cukup dari NTT. Selain itu Bali juga masih ada yang datang,” katanya.
Berdasarkan edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, terang Munawwar, karantina ternak wajib dilakukan selama 14 hari di daerah asal. Sehingga tidak lagi melakukan karantina di daerah penerima.
Selain itu, pengawasan di seluruh pintu masuk Kaltim terus diperketat, baik jalur laut maupun darat.
“Penyuplai kita dari NTB dan Bali semuanya pemasok ternak ini diwajibkan melakukan karantina ternak 14 hari di daerah asal. Jadi tidak lagi di daerah penerima dengan masa inkubasi penyakit PMK ternak. Juga, tidak ada kapal (pengangkut ternak, red) yang mampir ke daerah wabah. Jadi harus langsung ke daerah penerima, sehingga pengawasan di karantina diperketat juga. Lalu di beberapa kegiatan yang ada di pelabuhan,” bebernya.
“Pengawasan diperketat mulai jalur sungai, darat di beberapa perbatasan yang berkaitan dengan daerah wabah,” sambung Munawwar.
Disebutkannya, terdapat dua titik daerah wabah terdekat dengan Kaltim, yakni Komam dan Batu Engau, Kalimantan Selatan.
“Koman dan Batu Engau kita perketat, karena sudah jadi daerah wabah. Kita harapkan dari sana tidak masuk ke sini,” tutupnya. (Ngh/Adv/Kominfo)