Beranda Berita Kutai Kartanegara Solusi Jalan dan Jembatan Rusak di Loa Kulu, Perusahaan “Keroyokan”, Ditenggat Sepekan

Solusi Jalan dan Jembatan Rusak di Loa Kulu, Perusahaan “Keroyokan”, Ditenggat Sepekan

DPRD Kaltim disertai Pemkab dan DPRD Kukar meninjau jembatan rusak. (foto: Andri/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Setelah dikunjungi anggota DPRD Kaltim dan Kutai Kartanegara, nasib jalan rusak yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Loa Kulu dan jembatan di Desa Sungai Payang, mendapatkan titik terang. Kedua infrastruktur milik Kaltim itu akan diperbaiki secepatnya. Anggaran perbaikan bersumber dari tanggung jawab sosial alias dana CSR perusahaan yang beroperasi di kecamatan tersebut.

“Untuk perbaikan berat jalan penghubung dari dari Jembayan Dalam menuju Lung Anai, serta Jembatan di Sungai Payang akan segera diperbaiki, ” ucap Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, di aula Kantor Camat Loa Kulu, Kamis 21 Januari 2021.

Samsun memberikan tenggat kepada perusahaan yang beroperasi di Loa Kulu satu pekan ke depan, sudah ada realisasi perbaikan jalan dan jembatan tersebut. Ini mengingat kedua akses publik tersebut sangat vital untuk masyarakat.

“Jika satu minggu ke depan tidak ada realisasi perbaikan dari perusahaan, maka saya akan pantau lagi. Saya minta Kepala Bappeda Kukar dan Camat Loa Kulu, untuk berkoordinasi dan mengkondisikan dengan perusahaan, ” tegas Samsun.

Advertisement

Ditambahkannya, pengerjaan jalan bisa dilaksanakan melalui CSR perusahaan. Ini banyak contohnya. Seperti di Samboja dan Anggana. Infrastruktur jalan yang rusak diperbaiki oleh perusahaan secara keroyokan. “Kalau mengandalkan melalui APBD, bisa nunggu satu sampai dua tahun kedepan, sedangkan kedua objek vital, kerusakannya sudah cukup parah, ” jelasnya.

Baca Juga  Sudah Ditinjau Dewan, Jembatan Sungai Payang Belum Dapat Sentuhan

Anggota DPRD Kaltim dari PAN, Baharuddin Demmu secara gambling mengatakan, jangan lagi menawarkan kepada perusahaan apakah mau bantu atau tidak. Sebab, biasanya jawabannya tak jelas, bahkan terkesan menghindar.  “Lebih bagus, langsung layangkan surat ke perusahaan, agar mengucurkan bantuannya melalui CSR. Lengkap dengan anggarannya, biasanya mau kok perusahaan, ” ucap Demmu.

Bagaimana kalau perusahaan tidak mau membantu? Demmu memastikan akan meminta kepada Pemprov Kaltim agar perusahaan batu bara atau perkebunan kelapa sawit tersebut dipersulit terkait kepentingannya. “Pemerintah sudah bantu perusahaan, saatnya sekarang perusahaan bantu pemerintah, ” tegasnya.

Kepala Bappeda Kukar Wiyono mengatakan, dalam waktu dekat, akan berkoordinasi dengan Dinas PU terkait perencanaan dan kebutuhan biaya. Selanjutnya, melalui intruksi Bupati Kukar agar perusahaan bergerak membantu.

“Kalau hitungan sementara, kebutuhan dana perbaikan jembatan sekitar Rp 400 juta, sedangkan perbaikan jalan rusak, beberapa titik akan dibantu PT Multi Harapan Utama (MHU), dan beberapa titik lagi, akan dilakukan kontraktor awal yang mengerjakan proyek aspal jalan tersebut,” papar mantan Kadisdikbud kukar ini.

Dalam peninjauan tersebut, anggota DPRD Kaltim yang juga adalah Elly Hartati Rasyid, Rima Hartati Ferdian, Sapto Setyo Pramono dan Harunnur Rasid. Sedangkan anggota DPRD Kukar hadir ketua Komisi I Supriyadi, Junadi dan Johansyah. Ketiganya asal dapil Loa Kulu-Loa Janan.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

Komentar