src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Soal Sekolah Tatap Muka, Satgas COVID-19 Kaltim Ingatkan Harus Simulasi

Soal Sekolah Tatap Muka, Satgas COVID-19 Kaltim Ingatkan Harus Simulasi

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Nov 2020 15:19 228 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Andi Muhammad Ishak meminta Dinas Pendidikan baik Provinsi maupun Kabupaten/kota di Kaltim melakukan simulasi sebelum membuka sekolah belajar tatap muka pada Januari tahun 2021 nanti.

Langkah ini untuk menekan potensi penularan COVID-19, baik ketika siswa datang dan pulang sekolah, maupun saat belajar tatap muka.

Menurutnya, dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19, pastinya akan menambah tugas berat bagi Satgas.

Namun, diharapkan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua murid untuk berkomitmen menjaga kepatuhan penerapan protokol kesehatan.

“Ini akan menambah tugas dari kami, terutama dari kesehatan yang kemungkinan bisa terjadi penularan yang tidak terkendali, karena menjaga kepatuhan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan ini mungkin di lingkungan sekolah, bisa,” ujar Andi.

“Tapi begitu di luar, istirahat pulang dan datang, kita tidak bisa jamin itu. Ini yang harus di siapkan oleh Disdik untuk melakukan simulasi,” sambung Andi lagi.

Selain itu, perlunya kewaspadaan penularan COVID-19 bisa terjadi diluar sekolah, yakni saat murid datang dan pulang ke rumah.

Simulasi dilaksanakan belajar tatap muka di sekolah yaitu mengatur siswa yang datang dan pulang ke sekolah serta proses penjemputan.

“Kaitannya dengan (simulasi) bagaimana mengatur siswa sejak kedatangan, jangan hanya di dalam lingkungan sekolah, tapi juga kedatangan sampai pulang dan penjemputan karena potensi di situ yang paling rawan,” jelas Andi.

Selain itu, beberapa hal yang harus disimulasikan, kata Andi, kesiapan pihak sekolah dalam menyediakan fasilitas kebersihan, mulai dari tempat cuci tangan dan menyiapkan sabun cuci tangan, penggunaan masker, menjaga jarak.

Sekolah harus bisa memastikan guru dan murid selalu mengenakan masker selama pembelajaran tatap muka berlangsung. Tentunya juga dengan mencuci tangan pakai sabun dan tidak berkerumun, pembatasan jumlah murid yang masuk,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Ningsih
Editor: Amin

LAINNYA
x