src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rinda Desianti. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar Rinda Desianti mengatakan lembaganya fokus pada program unggulan yang strategis. Ini merupakan ikhtiar menyiapkan diri menyambut Ibu Kota Negara (IKN) baru.
Program tersebut antara lain pemetaan Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) dan peningkatan peran Forum Kemasyarakatan bentukan pemerintah.
Desa Bersinar, sebut Rinda, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2/2020 tentang rencana aksi nasional, pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkoba (P4GN).
“Dalam mewujudkan Desa Bersinar di Kukar pasti akan melibatkan dan berkolaborasi dengan OPD terkait,” ujar mantan Ketua KPU Kukar ini, Rabu 22 Desember 2021, saat ditemui di ruang kerjanya.
Rinda mencontohkan, dalam aspek rehabilitasi pengguna Narkoba, pihaknya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dan rumah sakit.
Sedangkan untuk aspek pencegahan, menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemuda dan Olahraga serta tokoh masyarakat. “Pada aspek penindakan, tentu di Polres Kukar,” sebutnya.
Rinda menyebut, desa yang berstatus Bahaya Narkoba pada tahun lalu berjumlah 48 desa. Tahun ini, jumlahnya naik menjadi 53 desa.
Pada tahun ini juga, ada 12 desa yang ditetapkan sebagai Desa Bersinar, Dua di antaranya ditetapkan sebagai role model yaitu Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan dan Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu. Adapun sebagai pilot project yaitu Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang.
“Sebagai perwujudan Desa Bersinar, masyarakat diarahkan bisa terlibat jadi garda terdepan terdiri dari relawan lokal, majelis taklim, dan pengurus Karang Taruna, ” jelasnya.
Program inovasi unggulan lainnya, lanjut dia, adalah mengoptimalisasi peran forum-forum bentukan pemerintah. Itu tidak lepas dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia(SDM). Bukan hanya sebatas forum yang dibentuk oleh pemerintah, tapi juga forum yang di bentuk oleh masyarakat.
“Harapannya menjadikan satu kekuatan, yang tugas pokoknya bagaimana menjaga keamanan ketentraman, kondusivitas daerah, bahkan bisa juga menyasar program pemberdayaan masyarakat, ” tukasnya.
Forum bentukan pemerintah yang akan dimaksimalkan perannya, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
“Kukar ini sudah ditetapkan sebagai lokasi IKN baru, dan ini pasti terwujud. Kita harus bisa mencegah sejak dini, potensi gesekan di masyarakat dalam menyambut IKN di Kaltim, ” pungkasnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal