Beranda BUMI ETAM RSUD: Keluarga Pemilik KM Prince Soya Tandatangani Penolakan Pemulasaraan Jenazah Protokol Covid-19

RSUD: Keluarga Pemilik KM Prince Soya Tandatangani Penolakan Pemulasaraan Jenazah Protokol Covid-19

RSUD Keluarga Pemilik KM Prince Soya Tandatangani Penolakan Pemulasaraan Jenazah Protokol Covid-19 - headlinekaltim.co
H Saraping Beddu, semasa hidup. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengusaha terkenal di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, H Saraping Beddu meninggal dunia di RSUD AW Sjahranie, Rabu 26 Agustus 2020 pukul 09.55 WITA.

Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik kapal KM Prince Soya yang melayani rute Samarinda-Parepare, Sulawesi Selatan ini dikabarkan terinfeksi Covid-19.

Pihak keluarga menjemput jenazah dari rumah sakit. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda yang biasa bertugas pemakaman secara protokol kesehatan tak melakukan penjemputan jenazah ini.

Advertisement

“Kami tidak jadi ke rumah sakit hendak jemput jenazah. Karena sudah dibawa keluarga,” ujar Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra.

Humas RSUD AW Sjahranie, dr Arysia Andhina membenarkan ada kasus meninggal Covid-19 merupakan pengusaha kapal, H Saraping.

“Pasien SMD510, laki-laki usia 71 tahun dan kami rawat di RSUD AWS sejak tanggal 22 Agustus 2020 yang hasil PCR positif atau terkonfirmasi dengan diagnosa pneumonia Covid-19,” katanya.

dr Sisi, sapaan akrabnya, mengatakan, pasien selama sakit dirawat di ruang isolasi secara intensif oleh tim medis Covid-19 RSUD AWS.

“Pada hari ini tanggal 26 Agustus 2020 pukul 09.55 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang merawat,” katanya.

Sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, pasien yang meninggal dengan terkonfirmasi ataupun probable maka proses pemulasaraan jenazah sesuai protokol Covid-19.

“Pihak keluarga sudah diedukasi dan dijelaskan terkait protokol pemulasaraan jenazah namun keluarga tetap menolak dan telah bertanda tangan pada surat penolakan prosedur pemakaman Covid-19,” ujar dr Sisi.

Meski begitu, pihak RSUD AWS telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda terkait penolakan keluarga.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement