src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Disdik Berau Siapkan Pengajar Bahasa Banua, Kebijakan Khusus Segera Diterapkan

Disdik Berau Siapkan Pengajar Bahasa Banua, Kebijakan Khusus Segera Diterapkan

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jul 2026 20:09 9 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Setelah meluncurkan modul pembelajaran untuk jenjang SMP, Dinas Pendidikan Berau kini tengah menyiapkan kebijakan lanjutan yang akan mendorong penggunaan Bahasa Banua secara lebih luas di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada tersedianya materi ajar, tetapi juga pada konsistensi para guru dalam mengimplementasikannya. Karena itu, seluruh pengajar yang ditunjuk diminta menjadikan modul yang telah diluncurkan sebagai acuan utama dalam proses belajar mengajar.

“Modul yang sudah kami launching itu menjadi bahan ajar utama di SMP. Tahun ini kita mulai di jenjang SMP, dan insyaallah tahun depan akan diperluas ke SD,” jelasnya.

Menurutnya, pelestarian Bahasa Banua harus dibangun menjadi budaya di sekolah, bukan hanya diajarkan sebagai mata pelajaran. Untuk itu, pihaknya sedang menyusun sejumlah kebijakan yang akan mendorong warga sekolah menggunakan Bahasa Banua dalam aktivitas tertentu.

“Kami sedang menyiapkan beberapa kebijakan agar Bahasa Banua benar-benar digunakan di sekolah. Jadi tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam lingkungan pendidikan,” tuturnya.

Mardiatul menambahkan, pihaknya telah menyiapkan koordinator serta calon tenaga pengajar untuk mendukung implementasi mata pelajaran tersebut. Penugasan guru juga akan disesuaikan dengan kompetensi dan latar belakang masing-masing.

Guru Bahasa Indonesia yang berasal dari Berau maupun guru yang memiliki minat mengajarkan Bahasa Banua akan diprioritaskan untuk mengampu mata pelajaran tersebut.

“Kami sudah menunjuk koordinator dan guru. Saat ini juga sedang disesuaikan agar penugasannya linier dengan mata pelajaran. Jadi, guru yang memiliki kompetensi atau memahami Bahasa Banua dapat diberi tugas mengajar,” katanya.

Selain memperkuat pelestarian bahasa daerah, kebijakan tersebut juga diharapkan menjadi solusi bagi guru yang masih kekurangan beban mengajar. Dengan mengampu mata pelajaran Bahasa Banua, guru dapat memenuhi ketentuan jam mengajar tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

“Program ini memberi manfaat ganda. Bahasa Banua semakin lestari, sementara guru yang jam mengajarnya belum terpenuhi dapat memperoleh tambahan tugas mengajar,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x