src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Refleksi 24 Tahun PKS, Aus Ajak Kader dan Rakyat Perkuat Ketahanan Indonesia

Refleksi 24 Tahun PKS, Aus Ajak Kader dan Rakyat Perkuat Ketahanan Indonesia

3 minutes reading
Tuesday, 28 Apr 2026 20:09 3 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG— Senin, 27 April 2026 malam, puluhan kader PKS, simpatisan, dan masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul di ruang rapat RM Tepian Pandan. Mereka mengadakan acara refleksi perjalanan 24 tahun PKS, oleh anggota DPR RI Dapil Kaltim, Aus Hidayat Nur.

Acara ini dikemas dalam agenda reses mengusung tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia”. Malam itu menjadi ruang diskusi, sekaligus penyegaran semangat perjuangan.

Dalam suasana santai namun penuh makna, Aus tampil dengan ciri khasnya yakni kemeja putih bermotif garis orange dan peci hitam. Ia tidak hanya berbicara sebagai politisi, tetapi juga sebagai saksi sejarah perjalanan panjang PKS.

Menurutnya, PKS bukanlah partai yang muncul secara instan. Akar perjuangannya berasal dari Gerakan Tarbiyah, sebuah gerakan dakwah yang berkembang di kampus-kampus sejak era 1980-an. Di tengah tekanan rezim Soeharto yang mewajibkan asas tunggal Pancasila, gerakan ini tetap tumbuh secara konsisten.

“PKS lahir dari masjid kampus, dari anak-anak muda yang ingin Islam hadir sebagai rahmat untuk semua,” ungkap Aus.

Momentum besar datang saat Reformasi 1998 membuka ruang kebebasan politik. Para aktivis dakwah kemudian mendirikan Partai Keadilan (PK) pada 20 Juli 1998, yang menjadi cikal bakal PKS saat ini.

Perjalanan awal tidak mulus. Pemilu 1999, PK hanya meraih sekitar 1,43 juta suara atau 1,36% dari total suara nasional. Angka tersebut belum cukup untuk melewati ambang batas. Aus sendiri mengaku pernah merasakan kegagalan di momen itu. “Saya ikut maju di 1999 dan kalah. Dari situlah kita belajar untuk bangkit lagi,” katanya dengan nada santai.

Transformasi besar pun terjadi pada 20 April 2002 di kawasan Monas, Jakarta. PK resmi berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang kemudian terus berkembang hingga sekarang.

Perjalanan PKS dalam pemilu bisa dibilang penuh dinamika, satu hal yang konsisten adalah pertumbuhan dukungan dari masyarakat. Aus berani memaparkan angka yang menjadi bukti perjalanan tersebut:

Pemilu 1999: 1,36% suara nasional
Pemilu 2004: melonjak ke 7,34% (8,33 juta suara)
Pemilu 2009: naik ke 7,89% (8,23 juta suara)
Pemilu 2014: 6,77% (8,46 juta suara)
Pemilu 2019: 8,21% (11,49 juta suara), dengan 50 kursi DPR
Pemilu 2024: mencapai rekor 8,42% (12.736.332 suara) dengan proyeksi 53 kursi DPR

Lonjakan terbesar terjadi antara 2014 ke 2019, di mana PKS berhasil meningkatkan suara hingga lebih dari 3 juta pemilih. “Dari 1,36 persen, sekarang kita ada di 8,42 persen. Ini bukan sekadar angka, ini bukti kepercayaan rakyat,” tegas Aus.

Ia menekankan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja individu atau elite partai semata, melainkan hasil kolaborasi antara kader dan masyarakat. Kepercayaan publik, menurutnya, harus dijaga dengan kerja nyata, bukan hanya janji politik.

Fokus 2029: Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi

Aus Hidayat Nur menegaskan bahwa refleksi 24 tahun PKS tidak boleh berhenti pada nostalgia. Justru ini menjadi titik awal untuk langkah yang lebih besar ke depan.
Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus PKS,

Ketahanan Ekonomi, PKS ingin memastikan masyarakat kecil memiliki akses nyata terhadap permodalan dan pasar. Bukan sekadar program di atas kertas, tapi solusi yang bisa langsung dirasakan.

Ketahanan Pangan, Indonesia dinilai harus lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Ketergantungan pada impor harus dikurangi, apalagi untuk komoditas yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri.

Ketahanan Energi, PKS mendorong kemandirian energi dengan mengembangkan sumber daya yang berkelanjutan. Tujuannya jelas untuk mengurangi ketergantungan pada import.

Sebagai anggota Komisi II DPR RI , Aus juga aktif menyuarakan isu tata kelola pemerintahan, otonomi daerah, serta kepentingan Kaltim, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membuat wilayah ini semakin strategis.

“Pembangunan IKN harus tetap berpihak pada masyarakat lokal, bukan hanya proyek besar semata,” tegasnya.

Suasana semakin hangat. Tidak hanya karena kebersamaan, tetapi juga karena semangat yang kembali dibangkitkan. Aus mengingatkan, PKS sudah 24 tahun berjalan. Sudah pernah jatuh, bangkit, dan menang. Tapi perjalanan ini belum selesai.Ia mengajak seluruh kader terus bergerak, bukan hanya target kursi, yang terpenting mengawal kebijakan untuk rakyat. “Buat PKS lebih kuat, dekat dan bermanfaat untuk rakyat,” jelas Aus, menutup reses.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x