src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat Paripurna ke-21 DPRD Provinsi Kaltim dengan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke-81, Jumat (14/8/2026). (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Dalam satu tahun terakhir, Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan. Capaian tersebut disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Prabowo mengatakan capaian tersebut menunjukkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Meski demikian, masih terdapat sejumlah komoditas yang belum mencapai swasembada, di antaranya bawang putih, daging sapi, dan daging kerbau. Sementara untuk kebutuhan protein, Prabowo menyebut Indonesia pada dasarnya telah mampu memenuhi kebutuhan melalui sejumlah sumber pangan, seperti ikan, telur, dan daging ayam.
“Kita telah menghasilkan capaian yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan sejumlah langkah pemerintah untuk memperkuat sektor pangan dan perikanan. Ia menyebut pembangunan kampung nelayan terus dilakukan dengan target 1.386 kampung nelayan dapat berdiri dan berfungsi hingga akhir Desember 2026. Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan 1.582 kapal ikan modern mulai 2027. Menurutnya, potensi laut Indonesia harus dapat memberikan manfaat lebih besar bagi nelayan dalam negeri.
Capaian swasembada pangan yang disampaikan Prabowo tersebut juga berkaitan dengan upaya yang tengah dilakukan di Kalimantan Timur (Kaltim). Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyebut tingkat swasembada pangan daerah mengalami peningkatan signifikan sejak dirinya bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mulai menjabat.
Menurut Seno, capaian yang sebelumnya berada di kisaran 30 persen kini telah meningkat menjadi 58 persen atau hampir 60 persen. Meski demikian, Kaltim masih mengalami defisit dalam pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya beras. “Sejak kita dilantik itu baru 30 persen. Swasembada pangan dan sekarang sudah 58 persen, hampir 60 persen. Artinya ada peningkatan 100 persen untuk swasembada pangan,” ujar Seno saat diwawancarai usai menghadiri Rapat Paripurna ke-21 DPRD Provinsi Kaltim dengan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke-81, Jumat 14 Agustus 2026.
Seno mengatakan peningkatan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicatat dalam upaya Kaltim mengejar swasembada pangan. Pemerintah daerah kini terus memacu berbagai program agar produksi pangan lokal dapat terus meningkat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas lahan pertanian melalui program cetak sawah baru. Kata Seno, terdapat target penambahan lahan seluas 15.000 hektare yang saat ini tengah dikerjakan oleh TNI.
“Nah, 15.000 hektare ini sekarang sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Nah, sehingga nanti total 55.000 hektare bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras di Kalimantan,” ungkap dia.
Penambahan lahan tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi beras Kaltim sekaligus membantu mengurangi defisit yang masih terjadi. Menurut Seno, lahan yang nantinya tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal agar peningkatan luas sawah juga diikuti dengan kenaikan produksi.
Pemprov Kaltim menargetkan berbagai upaya tersebut dapat mendorong daerah mencapai swasembada beras. Seno menyebut koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mengejar target tersebut hingga akhir 2026. “Insyaallah di akhir tahun 2026 kita akan pacu untuk bisa,” demikian Seno Aji. (Retno)