src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wabup Rendi Solihin. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pada pengujung tahun anggaran 2021, Pemkab Kukar akan memangkas perjalanan dinas yang dianggap tidak efektif. Dana akan dialihkan ke program yang dibutuhkan rakyat Kukar.
“Dari total rencana perjalanan dinas sebesar Rp 129 miliar, kita targetkan bisa ditekan 30 persen,” sebut Wabup Kukar Rendi Solihin Senin 30 Agustus 2021, usai membacakan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Perubahan Kukar 2021, di ruang serba guna DPRD Kukar.
Rendi memastikan, pemangkasan tersebut akan dialihkan kepada program infrastruktur jalan yang menghubungkan antarkecamatan dan desa serta pengadaan air bersih untuk rakyat.
“Kita kasihan, masih ada masyarakat yang ada di desa yang belum bisa menikmati air bersih. Belum lagi, kita punya program dedikasi untuk rakyat seperti pemberian Beasiswa Idaman,” ucapnya.
Rendi menambahkan, di APBD perubahan 2021, ada kenaikan pendapatan daerah dari APBD murni.
“Sebelum perubahan APBD murni tembus Rp 4,2 triliun, sedangkan di APBD perubahan 2021 ada kenaikan menjadi Rp 5,3 triliun, ” ucap Rendi.
Rendi juga menyayangkan kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun drastis. Dari yang ditargetkan sebesar Rp 470 miliar turun menjadi Rp 372 miliar.
Sedangkan untuk urusan Belanja Tidak Terduga (BTT) alami kenaikan dari Rp 41 miliar meningkat jadi Rp 117 miliar. Belanja bantuan keuangan daerah juga alami kenaikan walau tidak besar, dari Rp 493 miliar jadi Rp 512 miliar.
“Untuk belanja modal pembangunan jalan dan jaringan irigasi alami kenaikan, dari Rp 205 miliar menjadi Rp 350 miliar, ” pungkasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharuddin meminta kepada Pemkab Kukar untuk berhati-berhati mengelola anggaran.
“Belanjakan uang pemerintah untuk kepentingan rakyat seperti peningkatan pendidikan dan kesehatan, ” ungkapnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal