HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi target awal yang menerima vaksinasi COVID-19. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Nakes penyintas yaitu mereka yang pernah terpapar COVID-19.
Walaupun berada di garis terdepan penanganan pasien COVID-19 dan tidak ada jaminan bahwa Nakes penyintas ini akan terbebas dari paparan COVID-19 kedua kalinya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim
Nataiel Tandirogang mengatakan, penyintas
sendiri sudah mendapatkan vaksin alami dari virus COVID-19 yang pernah masuk ke tubuhnya. Bisa disebutkan, sudah ada kekebalan di dalam tubuhnya. Jika ada virus COVID-19 kembali masuk ke tubuh, maka “tentara” akan mengenali dan menangkal.
Namun begitu, ia menyebut dalam perjalanan waktu, kekebalan akan virus COVID-19 dalam tubuh akan turun. Sehingga ini yang perlu diwaspadai, lantaran saat kondisi itulah yang dapat menyebabkan seorang penyintas akan mudah kembali terpapar. Termasuk Nakes yang kesehariannya melakukan perawatan kepada pasien-pasien COVID-19.
“Iya memang vaksinasi COVID-19 ini ditujukan untuk Nakes di tahap awal. Tapi tidak untuk Nakes penyintas, atau mereka yang pernah terpapar COVID-19. Karena mereka itu sudah mendapatkan vaksin alami, dia (imun) naik kemudian dalam perjalanan waktu dia (imun) akan turun, sehingga perlu terus di-booster lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu siang.
Dilanjutkan Nataiel Tandirogang, untuk mengetahui kekebalan virus COVID-19 kepada seorang penyintas, harus dengan melakukan pemeriksaan antibodi. Jika setelah melalui pemeriksaan didapatkan hasil yang masih bagus, artinya kekebalan tubuhnya bisa bertahan hingga satu tahun terhadap COVID-19.
Namun jika tidak, maka untuk vaksinasi COVID-19 bagi Nakes penyintas maupun yang bukan Nakes, akan dilakukan berdasarkan ketersediaan vaksin. Namun, hal itu masih menunggu persetujuan dari pemerintah.
“Penyintas itu harus diukur antibodinya, berapa kadar penyintas, kemudian ketersediaan vaksin. Kemudian diukur apakah dia boleh menerima atau tidak untuk booster tambahan. Jadi tujuannya, apakah respon antibodi kita terhadap antigen virus, sudah memberi respon virus yang bagus dan memberi perlindungan yang baik. Nanti juga akan dilakukan vaksinasi ketika ketersediaan vaksinasi cukup. Kekebalan tubuh penyintas sendiri dimungkinkan bisa bertahan hingga setahun, tapi itu juga tergantung dari kondisi tubuh dan atau ada penyakit bawaan (komorbit,red) lainnya,” bebernya.
Walaupun belum berani memastikan, namun Nataniel menyebut, pada akhirnya nanti Nakes penyitas maupun penyitas lainnya akan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Termasuk mereka yang komorbit.
“Pada nantinya juga akan diberikan antibodinya. Kalau antibodinya rendah karena responnya kurang bagus tentu akan di boster lagi pasti divaksin,” pungkasnya.
Penulis : Ningsih
Editor: Amin
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim