src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Musrenbang Biduk-Biduk, Sri Juniarsih Dorong Pariwisata Berkualitas dan Lingkungan Sehat

Musrenbang Biduk-Biduk, Sri Juniarsih Dorong Pariwisata Berkualitas dan Lingkungan Sehat

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 12:18 119 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Di tengah tantangan efisiensi anggaran, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh kehilangan arah. Hal ini disampaikannya saat Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2027 di Kecamatan Biduk-Biduk pada Kamis, 5 Februari 2026, malam.

“Keterbatasan fiskal justru harus melahirkan cara berpikir baru yang lebih kreatif, mandiri, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa setiap program pemerintah harus memberi dampak langsung. Fokus pembangunan diarahkan pada pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, penguatan pelayanan dasar, serta pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan. “Efisiensi bukan berarti berhenti bekerja. Kita justru dituntut untuk lebih cermat, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sektor kesehatan menjadi perhatian utama. Dia meminta OPD terkait memiliki target yang jelas dalam memaksimalkan peran Puskesmas pembantu. Pelayanan kesehatan, sumber daya manusia, dan fasilitas penunjang diminta benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat kampung.

Di sektor infrastruktur, Sri menekankan pentingnya keberanian mengambil langkah cepat. Pemanfaatan dana tanggap darurat dinilai cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya mendesak dan dibutuhkan masyarakat. “Kita selesaikan dulu yang paling dibutuhkan. Estetika dan pengembangan lanjutan bisa menyusul sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti potensi ekonomi kampung yang selama ini belum tergarap optimal. Di wilayah pesisir, kelapa disebut sebagai komoditas unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari olahan sederhana hingga produk berkelanjutan yang mampu meningkatkan pendapatan asli kampung (PAK).

Persoalan lingkungan, khususnya sampah, menjadi isu yang tidak kalah serius. Sri menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja sama lintas sektor. “Ini masalah kita bersama. Lingkungan bersih adalah pondasi kesehatan dan pariwisata,” katanya.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya standar pelayanan homestay dan penginapan di kampung-kampung pesisir. Mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga akses internet dinilai sebagai bagian dari kualitas layanan yang menentukan pengalaman wisatawan.

“Peningkatan fasilitas, termasuk penyediaan jaringan internet mandiri, merupakan investasi pelayanan yang berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat Berau,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x