src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gubernur : SMA 10 Harus Segera Dipindahkan, Tidak Bisa Kelamaan Disana

Gubernur : SMA 10 Harus Segera Dipindahkan, Tidak Bisa Kelamaan Disana

2 minutes reading
Wednesday, 23 Jun 2021 08:57 354 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Teka-teki instruksi pemindahan SMAN 10 Samarinda terjawab sudah. Gubernur Kaltim Isran Noor menegaskan bahwa sekolah favorit tersebut harus segera dipindahkan ke kampus B yang berada di Jalan Perjuangan.

Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan awak media terkait kisruh antara pihak SMAN 10 dengan Yayasan Melati Kaltim yang belakangan santer mencuri perhatian publik.

“Itu masalahnya lama. SMA 10 itu harus segera dipindahkan. Tidak bisa kelamaan di sana itu (kampus A Melati, red). SMA nya yang pindah,” tegasnya pada wartawan, Senin kemarin.

Dikatakan mantan Bupati Kutim ini, sebelum mengambil keputusan untuk memindahkan sekolah SMAN 10 Samarinda, pihaknya telah mempelajari kronologis persoalan yang terjadi sebelumnya.

Sehingga keputusan tersebut bukanlah sebuah keputusan sepihak, atau membela salah satu pihak. Melainkan berdasarkan informasi dan kronologi awal.

Selain itu, dirinya juga menyesalkan adanya tindakan sepihak dari para murid yang pernah melakukan pengrusakan di kampus A Melati yang berada di Jalan HAM Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir tersebut.

“Ini keputusan Gubernur. Karena Gubernur mempelajari kronologi. Persoalan itu lama kan? Yang merusak-merusak itu sudah lama. Yang merusak-rusak itu dulu siapa? Ya anak-anak sekolah, bongkar-bongkar alat itu dikeluarkan. Ya sampai sekarang tidak boleh begitu,” terangnya.

Ditanyakan soal rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim yang menjanjikan kepada pihak sekolah, orangtua siswa dan siswa akan melakukan penurunan atribut Yayasan Melati Kaltim, Gubernur menyayangkan rencana tersebut.

Karena menurut dia, dengan sedini mungkin memindahkan SMAN 10 ke kampus B, akan dapat menyelesaikan masalah yang terus berkepanjangan terulang.

“Itukan masalahnya. Kenapa itu begitu? Tidak boleh begitu. Kan saya bilang pindah untuk menghindarkan masalah yang berkepanjangan, ya pindah,” katanya.

Disinggung mengenai rencana penghibahan aset tanah kepada Yayasan Melati Kaltim, Gubernur mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan masalah yang ada terlebih dahulu.

“Setelah selesai baru kita bahas semua. Aset itu sementara kan pembelajaran masih bisa digunakan. Untuk lahan baru kan ada di Perjuangan sana. Kan belajar masih bisa sambil menunggu,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x