src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jemaah Haji KJT-14 Wafat di Madinah, Daker Bandara Pastikan Penanganan Dilakukan Sejak di Area Imigrasi

Jemaah Haji KJT-14 Wafat di Madinah, Daker Bandara Pastikan Penanganan Dilakukan Sejak di Area Imigrasi

3 minutes reading
Monday, 4 May 2026 13:21 1 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Seorang jemaah asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia setibanya di Tanah Suci. Peristiwa ini terjadi saat proses kedatangan di bandara, usai jemaah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, seorang jemaah haji Indonesia berinisial SMP (73), asal Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, wafat pada Minggu (3/5/2026) setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan di area bandara Madinah.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa jemaah sempat mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi. Petugas yang mengetahui kondisi tersebut langsung memberikan penanganan awal dan membawa jemaah ke klinik bandara.

“Jemaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat turun kesadarannya saat proses imigrasi di bandara. Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir di Madinah.

Setelah mendapatkan penanganan awal, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk perawatan lebih lanjut. Namun, nyawa jemaah tidak tertolong dan dinyatakan wafat setelah menjalani proses medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

Abdul Basir menyebutkan, berdasarkan data awal, tidak ditemukan riwayat penyakit tertentu pada jemaah tersebut. Secara administratif, almarhum juga telah memenuhi syarat istithaah kesehatan untuk berangkat haji.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus ataupun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan petugas kesehatan di titik kedatangan. Meski telah dinyatakan layak berangkat, kondisi fisik jemaah bisa berubah sewaktu-waktu, terutama setelah perjalanan panjang.

“Walaupun jemaah sudah memenuhi syarat istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan bisa memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas harus selalu siap melakukan penanganan cepat,” ujarnya.

Abdul Basir juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut. Ia berharap almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Atas nama petugas haji Daerah Kerja Bandara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang mendampingi diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, almarhum telah dimakamkan di Baqi pada pagi hari. Pemerintah juga akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji bagi jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah.

“Almarhum telah dimakamkan di Baqi tadi pagi. Untuk jemaah haji yang wafat, pemerintah juga akan membadalhajikan sesuai ketentuan. Ini menjadi bagian dari perhatian dan tanggung jawab layanan kepada jemaah,” jelas Abdul Basir.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah padatnya arus kedatangan jemaah haji, kesiapan petugas tetap menjadi kunci untuk memastikan pelayanan optimal sejak awal kedatangan di Tanah Suci.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x