src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Momentum Bulan Bung Karno, PDIP Samarinda Gelar Sarasehan Kebangsaan

Momentum Bulan Bung Karno, PDIP Samarinda Gelar Sarasehan Kebangsaan

2 minutes reading
Saturday, 21 Jun 2025 20:49 246 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Samarinda menggelar sarasehan kebangsaan yang sarat makna dan semangat nasionalisme, Sabtu 21 Juni 2025.

Bagi PDIP, bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, peringatan ini, merayakan tiga tonggak sejarah krusial yang membentuk fondasi negara yaitu 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni sebagai Hari Lahir Ir. Soekarno, dan 21 Juni sebagai Hari Wafat Proklamator Bangsa.

Kegiatan sarasehan  digelar di aula DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, di Jalan Abdul Wahab Syahranie. Dihadiri sejumlah tokoh, kader partai, mahasiswa, dan organisasi sayap kepemudaan.

Kegiatan sarasehan kebangsaan bulan Bung Karno mengangkat tema Meneguhkan Jati Diri Samarinda Pasca-IKN: Menggali Semangat Berdikari Bung Karno Dalam Pembangunan Kota yang Berkelanjutan. Tampak Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Ahmad Vananzda, dan Komisi I Ronal Stephen Lonteng, Anggota Komisi II Iswandi, anggota komisi III Sutrisno dan anggota Komisi IV Anhar.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda Sugiyono  mengatakan Bulan Bung Karno bukan hanya peringatan seremonial, akan tetapi momen dalam menggugah kesadaran kolektif pembangunan yang lahir dari kekuatan rakyat.

Sarasehan kebangsaan, lanjut dia, juga bertujuan menyatukan gagasan lintas sektor untuk Kota Samarinda dalam menata masa depan secara lestari dan berdaulat. Ia menyebut bahwa konsep pembangunan berdikari sangat relevan dengan tantangan Samarinda saat ini, khususnya dalam menghadapi masalah lingkungan, ketimpangan sosial, serta tekanan urbanisasi.

“Gagasan Bung Karno tentang berdikari itu adalah keberanian untuk menentukan jalan sendiri, bukan jalan yang disiapkan oleh kepentingan luar,” katanya Sugiyono.

Dalam suasana penuh semangat nasionalisme, para peserta sarasehan mendiskusikan berbagai pendekatan praktis agar semangat berdikari yang kritis agar dapat diterapkan dalam kebijakan publik di tingkat kota.

“Isu seperti kedaulatan pangan lokal, pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, serta pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi sorotan utama,” jelasnya.

“Acara ini juga menjadi sarana konsolidasi kader PDI Perjuangan menjelang tahun politik 2029, dengan tetap mengedepankan narasi pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil,” tambahnya.

Dengan diselenggarakannya sarasehan ini, DPC PDI Perjuangan Samarinda berharap nilai-nilai Bung Karno terus hidup dan menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan di Kota Tepian. “Srta kita bisa mewarisi apinya Bung Karno, bukan abunya,” tegas Sugiyono. (MSD)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x