src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mes PKK PPU Jadi Tempat Isolasi Pasien Corona

Mes PKK PPU Jadi Tempat Isolasi Pasien Corona

3 minutes reading
Sunday, 1 Aug 2021 21:12 272 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Kasus harian COVID-19 di Kabupaten  Penajam Paser Utara (PPU) terus meningkat. Dari data yang dirilis Satuan Tugas (satgas) COVID-19 Kabupaten PPU, angka pasien corona yang meninggal dunia juga naik signifikan.

Data tanggal 1 Agustus 2021, jumlah pasien yang terpapar sebanyak 846 orang, di antaranya pasien isolasi mandiri (isoman) 804 dan dirawat sebanyak 42 orang. Sedangkan, kasus meninggal dunia sebanyak 118 pasien.

Mengantisipasi lonjakan kasus, Satgas COVID-19 Kabupaten PPU menjadikan mes PKK sebagai  tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi pasien terkonfirmasi positif corona.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Kabupaten PPU dr Jansje Grace Makisurat,  mengatakan ada tiga kategori pasien yang bisa menjalani isolasi di mes PKK.

Pertama, kiriman dari rumah sakit setelah menunjukkan gejala ringan, tetapi belum boleh pulang ke rumah.  Kedua, rujukan Puskesmas yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan alasan tertentu. Seperti di rumahnya ada orang yang tua atau lanjut usia (lansia), banyak anak-anak, serta tidak ada kamar/ruangan untuk isolasi.

Ketiga, pelaku perjalanan terkonfirmasi COVID-19  yang dijairng oleh pos pengetatan Satgas COVID-19 di pelabuhan dan pintu masuk PPU lainnya.

“Maksudnya, pelaku perjalanan yang memang membawa surat antigen tapi meragukan suratnya, kemudian oleh petugas pengetatan di pelabuhan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dirapid, ternyata positif. Nah, itu harus dibawa ke sini untuk isoter,” terang Grace.

Dengan mes PKK sebagai tempat Isoter, Grace mengharapkan komunikasi antara pengirim pasien dengan petugas harus terjalin dengan baik. Sebab, gedung PKK ini terdapat dua lantai. Untuk pasien dengan gejala ringan dan masih muda itu bisa di rawat di lantai dua.

Sementara, bagi pasiem lanjut usia (lansia), perempuan, dan bergejala serta tidak memungkinkan naik da turun tangga, dirawat di lantai dasar.

” Makanya, komunikasi ini sangat penting untuk pengirim pasien dan petugas isoter di mes PKK. Sehingga waktu dibawa ke sini (isoter) sudah tahu penempatan kamarnya dimana. Mes PKK ini hanya bisa menampung kurang lebih 100 pasien. Ada kamar yang bisa diisi empat pasien, dan ada untuk dua pasien saja ,” jelasnya.

Nantinya, mes PKK mengutamakan warga asal Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru karena jaraknya yang jauh.

“Rumah Sakit Sepaku tidak lama lagi beroperasi dan bisa menjadi tempat isoter di Kecamatan Sepaku, sementara Kecamatan Babulu akan dibuat juga tempat isoternya, tapi mesti di bicarakan dulu dengan Pak Camat. Ada dua alternatif tempat di sana, apakah Pak Camat setuju atau tidak dengan usulan saya. Karena itu nantinya akan melibatkan aparat kecamatan, Satpol PP dan TNI/Polri yang ada di sana (Babulu) ,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x