src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Stok persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Samarinda “kritis” dan hanya cukup untuk 6 hari ke depan. Ini terjadi karena rendahnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah di masa pandemi COVID-19.
Bukan tanpa sebab masyarakat enggan melakukan donor darah, munculnya kekhawatiran tertular virus COVID-19 menjadi salah satu faktor utama. Selain juga karena masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama masa PPKM level 4 ini.
Plt. Direktur UUD PMI Kota Samarinda Helda Fitriyani mengatakan, sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan Kaltim khususnya, stok darah yang ada di UDD PMI Samarinda kerap kosong untuk golongan jenis darah tertentu. Pun demikian pula dengan stok darah yang mudah didapatkan di hari normal, namun kini jumlahnya terus berkurang.
“Di masa pandemi, stok darah di PMI Samarinda mengalami pengurangan,” sebutnya saat awal menjadi narasumber di stasiun radio milik negara pada acara dialog interaktif, Kamis 2 September 2021.
Dia merincikan, hingga hari ini, stok darah yang ada di UDD PMI Samarinda hanya 373 kantong. Jumlah tersebut meliputi komponen WB sebanyak 29 kantong, PRC sebanyak 200 kantong, PC sebanyak 1 kantong, FFP sebanyak 78 kantong dan AHF sebanyak 68 kantong. Sedangkan untuk stok darah Plasma Konvalensen hanya tersisa 22 kantong.
Dirinya menjelaskan, di masa pandemi COVID-19, UDD PMI Samarinda mengalami sejumlah kendala untuk mendapatkan pendonor darah. Tidak hanya mereka pendonor baru, tetapi juga masyarakat yang memang secara rutin melakukan donor darah.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran adanya kekhawatiran di masyarakat akan tertularnya virus COVID-19.
Untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan stok darah, UDD PMI Samarinda kata Helda Fitriyani, gencar melaksanakan kegiatan donor darah di luar, dengan mengandalkan unit mobil PMI. Tapi lagi-lagi, tidak mudah untuk melaksanakan kegiatan ini. Karena menjadi salah satu resiko penularan virus COVID-19 jika melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa.
Beberapa Lembaga, Organisasi dan instansi yang biasanya menjadi langganan UDD PMI Samarinda untuk melaksanakan kegiatan donor darah, tapi kini terhenti. Sehingga mereka hanya menunggu masyarakat untuk datang ke kantor UDD PMI Samarinda.
“Di Instansi atau Universitas biasanya melakukan kegiatan donor darah, tapi sekarang tidak lagi. Jadi sekarang hanya menunggu masyarakat yang mau mendonor ke PMI. Tapi kita tetap berusaha melakukan pendekatan secara internal, misalnya seperti Korem dan Polres untuk melakukan kegiatan donor darah. Tapi tentunya tidak memaksa mereka juga,” imbuhnya.
Penulis : Ningsih