src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Selama April 2023, Inflasi di Kota Samarinda dan Balikpapan Terendah Se-Kaltim

Selama April 2023, Inflasi di Kota Samarinda dan Balikpapan Terendah Se-Kaltim

3 minutes reading
Monday, 8 May 2023 11:30 166 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dua kota di Kaltim, yakni Samarinda dan Balikpapan menjadi daerah yang paling rendah mengalami inflasi pada April 2023.

Dari bulan sebelumnya ke bulan berikutnya, inflasi di dua kota besar di Kaltim ini hanya tercatat sebesar 0,42 persen (mtm), atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 0,59 persen (mtm).

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur Ricky P Gozali,
berdasarkan kelompok pengeluaran, andil inflasi utamanya bersumber dari kelompok
transportasi. Sementara inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau terpantau lebih rendah.

“Inflasi pada April 2023 bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri ini menurun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang meningkat. Ini tidak terlepas dari upaya TPID dalam melaksanakan program pengendalian inflasi melalui kerangka 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif) di Provinsi Kalimantan Timur,” terangnya.

Sementara, lanjut Ricky P Gozali, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,59 persen (mtm), atau memberikan andil sebesar 0,21 persen (mtm). Menurut dia, peningkatan inflasi kelompok ini bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara, seiring tingginya permintaan tiket pesawat untuk arus mudik Idul Fitri.

“Pada bulan April 2023, pelaksanaan mudik lebaran sudah mengalami pelonggaran dibandingkan tahun lalu, sehingga mobilitas
masyarakat meningkat,” katanya.

Dikatakannya, tekanan inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau pada periode April 2023 tercatat melandai dibandingkan periode lalu. Inflasi kelompok ini tercatat sebesar 0,25 persen (mtm), atau memberikan andil 0,07 persen (mtm) terhadap inflasi gabungan dua kota IHK di Kaltim. Yang mana lebih rendah dibandingkan periode Maret 2023 yang mencapai 1,22 persen (mtm).

“Pendorong inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh berlanjutnya kenaikan harga komoditas beras, seiring dengan penyesuaian harga beras di level nasional yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Ricky.

Dari komoditi rokok kretek filter, disebutnya, juga menjadi pendorong inflasi, karena adanya penyesuaian harga cukai rokok oleh pemerintah.
Ricky mengatakan, guna menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Kalimantan Timur, TPID se-Kalimantan Timur terus berupaya melakukan optimalisasi program pengendalian inflasi untuk terus mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“TPID secara rutin melaksanakan sinergi secara aktif, baik provinsi serta kabupaten/kota dalam melakukan berbagai
upaya program pengendalian inflasi. Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan, TPID Kota Samarinda melaksanakan program gerakan pangan murah sebanyak 10 kali di beberapa kelurahan hingga jelang Idul Fitri. Selain itu, pelaksanaan operasi pasar melalui SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) terus dilakukan, baik di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ricky P Gozali menambahkan, untuk penguatan komunikasi, TPID Provinsi Kaltim melaksanakan program Ulama Peduli Inflasi pada 28 Maret 2023 lalu di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda. Kegiatan Ulama Peduli Inflasi mendapat dukungan dari Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Ke depan, TPID Provinsi Kaltim akan terus solid agar inflasi tetap terkendali. Inflasi yang terkendali diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Penulis : Ningsih.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x