23.7 C
Samarinda
Wednesday, August 10, 2022

KPU Samarinda Gelar Pleno Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDApan> Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Samarinda menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Samarinda 2020 di hotel Aston & Convention Center Samarinda, Rabu 14 Oktober 2020.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kota Samarinda, Bawaslu Samarinda, KPU Kaltim, Disdukcapil, Polresta Samarinda, LO masing-masing Paslon.

Komisioner Divisi Bidang Program Data dan Informasi KPU Kaltim, Iffa Rosita mengatakan sejak dilakukannya pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak, banyak fenomena dan kendala yang dihadapi hingga berakhir pada penetapan DPT.

KPU Kaltim juga berupaya mengingatkan kepada seluruh KPU Kabupaten/kota agar sebelum menetapkan DPT, harus melakukan pencermatan terhadap Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang direkap oleh PPK. Itu dimaksudkan untuk memvalidkan dan pemutakhiran datapan> .

Namun, jika ditemukan data tidak jelas, maka akan mempengaruhi banyak hal. Mulai dari peningkatan partisipasi masyarakat hingga efisiensi anggaran. Jadi, peran serta dari Disdukcapil sangat diperlukan agar penyelenggara dapat tetap melayani pemilih yang belum memiliki KTP elektronik sampai hari H pencoblosan.

“Tugas kita khususnya di divisi data harus tetap mendata mereka sebagai daftar pemilih. Sekarang bukan formulir C-6 lagi namanya kalau mau ke TPS. Nanti ada perubahan di PKPU menjadi form pemberitahuan. Ini akan memudahkan KPPS untuk menghapal nama formulir tersebut,” kata dia.

Terkait adanya pemilih yang belum memiliki KTP elektronik, lanjut dia, masalah tersebut sedang dibahas di KPU RI dan Ditjen Dukcapil. Selain itu,  tahapan krusial yang juga merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pemilihan yakni petugas KPPS.

“Petugas KPPS ini terdiri dari 7 orang, setidaknya 1 sampai 2 orang yang paham IT juga direkrut. Pasalnya pemilihan di TPS menggunakan aplikasi e-rekap,” ujarnya.

KPU menargetkan  partisipasi pemilih sebanyak 77,5 persen. Ini menjadi PR terberat. “Pada saat tidak pandemi, tingkat partisipasi kita  peringkat kedua terendah. Tapi itu bisa jadi catatan dan bahan evaluasi untuk meningkatkan,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU