src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> MKasus Kematian Akibat COVID-19eningkat, Dominan Lansia dan Belum Vaksin

MKasus Kematian Akibat COVID-19eningkat, Dominan Lansia dan Belum Vaksin

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Mar 2022 20:46 260 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19, tidak hanya berdampak pada jumlah pasien dirawat di rumah sakit dan isolasi terpadu. Kasus kematian kini semakin bertambah.

Berdasarkan data infografis COVID-19 Dinas Kesehatan Kaltim, Jumat 4 Maret 2022, kasus kematian akibat COVID-19 hari ini mencapai 6 kasus.
Masing-masing terjadi di Balikpapan 4 kasus, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur masing-masing 1 kasus.

Sedangkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.112 kasus. Pasien sembuh mengalami peningkatan, hari ini sebanyak 2.182 kasus. Sedang kasus dirawat menurun, hanya terjadi 1.076 kasus.

“Sebenarnya semakin meningkat kasus, resiko kematian juga pasti akan bertambah. Meskipun dalam beberapa hari mengalami penurunan kasus (terkonfirmasi positif COVID-19, red). Tapi kita sebenarnya masih sangat bersyukur kalau dibandingkan dengan kasus yang sama dengan jumlah yang sama pada saat virus Delta. Itu jauh lebih tinggi,” ucap Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, saat dihubungi Headlinekaltim.co pada Jumat 4 Maret 2022.

Kasus kematian akibat COVID-19 pada gelombang ke tiga di Kaltim ini, lanjut dia, banyak terjadi pada lansia dan mereka yang belum divaksin.

“Kondisi ini banyak dialami oleh mereka yang lanjut usia dan belum divaksin, umumnya itu. Termasuk, mereka juga rata-rata punya komorbit. Jadi yang paling kita jaga adalah mereka-mereka ini,” terangnya.

“Makanya saat kebijakan vaksinasi pertama dulu adalah sasarannya mereka ini (lansia, red). Karena mereka umumnya memiliki penyakit kronis sehingga jika terpapar akan bisa semakin parah, dengan jenis virus COVID-19 apapun. Meskipun COVID sudah sembuh, tapi karena ada penyakit bawaan, itu yang kadang menyebabkan kematian,” sambungnya.

Andi berharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan tidak memandang remeh COVID-19.

“Kita berharap masyarakat tetap menjaga Prokes, jangan sampai mengabaikan itu. Jangan melihat jenis virusnya apa, karena kita tidak tahu apa yang akan berakibat pada tubuh kita,” pesannya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x