src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peninjauan dan soft opening pabrik pakan ternak Desa Loleng Kota Bangun, oleh DPPKUKM Kaltim dan KADIN Kukar/Kaltim.(sumber : Ist/Dedi Sudarya)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Mengurangi ketergantungan terhadap pakan ternak dari luar daerah, Kukar kini punya pabrik olahan pakan ternak di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun. Kapasitas produksi pabrik lumayan besar. ”Pabrik tersebut sanggup produksi 200 ton per bulannya,” sebut Plt. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kukar, Dedi Sudarya, Senin 18 Mei 2026.
Pabrik setingkat dengan Rumah Produksi Bersama (RPB) ini dibangun dengan bantuan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim dan dikelola oleh Koperasi Desa Loleng. Saat inu, pabrik ini belum bisa dioperasikan secara penuh karena masih kekurangan pasokan bahan baku pakan.
”Masih kekurangan pasokan jagung, temu lawak jahe, limbah kepala udang dan ikan. Bahan-bahan tersebut komposisi penting pakan ternak,” ujarnya.
Selain kekurangan bahan baku pakan, mesin pabrik masih bergantung pada bahan bakar solar. Jika solar sulit didapat, maka solusinya adalah mengganti dengan minyak goreng bekas, minyak limbah sawit, serta oli bekas. ”Karena belum beroperasi secara penuh, kapasitas produksi saat ini baru sekitar 10 persen,” ungkapnya.
Dedi memperkirakan tidak lama lagi pabrik akan beroperasi secara penuh. Dengan adanya pabrik pakan ternak tersebut, berbagai sektor akan hidup. ”Usaha pertanian peternakan perikanan hingga transportasi bakal ikut tumbuh dan bergerak, imbas dari adanya pabrik,” jelasnya.
Pihaknya bersama KADIN Kaltim sudah mengajak pelaku usaha dari berbagai bidang melihat langsung ke pabrik. Diharapkan, para pelaku usaha bisa mengambil peran bisnis masing-masing. Dedi sangat optimis bisnis di sektor pertanian peternakan masih produktif, bahkan menjadi bisnis unggulan sebagai pengganti batu bara yang terus melambat.
”Sudah terbukti dan teruji, bisnis di bidang pertanian dan peternakan semakin berkembang di Kukar. Sudah semakin banyak yang membuka bisnis peternakan ayam bertelur dan potong di daerah kita,” pungkasnya.(Andri)