src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim SAR saat menyisir perairan Berau guna mencari keberadaan korban. (ist/Basarnas) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Setelah enam hari pencarian terhadap seorang nelayan atas nama Arifin (70) yang dilaporkan hilang di Perairan Karang Masimbung, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Tim SAR gabungan resmi menutup Operasi SAR pada Minggu 3 Agustus 2024 sore.
Operasi SAR hari keenam dilaksanakan dengan cakupan luas area pencarian mencapai 2.131 mil laut dan melibatkan pembagian tim ke dalam empat sektor penyisiran laut. Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Unit Siaga SAR Berau, Pos AL Pulau Derawan dan Biduk-Biduk, Polairud Polda Kaltim, Samapta Berau, masyarakat nelayan setempat, serta keluarga korban.
Meskipun telah dilakukan penyisiran menyeluruh, pelibatan berbagai alut seperti RIB Basarnas, speedboat milik instansi terkait, serta kapal nelayan, hingga upaya komunikasi aktif ke kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian, hasil masih nihil dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Setelah melakukan koordinasi langsung di lapangan pada pukul 17.00 WITA, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga sepakat menghentikan operasi pencarian. Seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing dan operasi SAR dinyatakan selesai, dengan selanjutnya dilanjutkan dalam status siaga apabila muncul informasi baru terkait korban.
Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Bongga Lossong, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan profesional dan kemanusiaan. “Kami sudah mengerahkan segala upaya maksimal dengan pencarian luas, melibatkan empat sektor besar selama enam hari berturut-turut. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda korban. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan seluruh unsur di lapangan, kami menyepakati penghentian operasi ini dengan tetap membuka kemungkinan dilanjutkan bila ditemukan informasi baru,” ujar Bongga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, termasuk masyarakat nelayan, keluarga korban, serta instansi-instansi yang mendukung penuh pelaksanaan operasi SAR ini sejak awal. (*/)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya