src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Seno Aji (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam waktu sepekan terakhir, angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meningkat tajam khususnya di bumi etam. Hal ini mengundang keprihatinan dari DPRD Kaltim.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji mengatakan, dirinya telah melakukan komunikasi intensif kepada Gubernur Kaltim terkait situasi dan kondisi perkembangan COVID-19 yang terjadi di 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Diungkapkan Seno Aji, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus melakukan evaluasi untuk menindaklanjuti perkembangan penularan virus COVID-19.
Bahkan, dikatakannya, Gubernur akan mengambil langkah kebijakan untuk menerapkan PPKM Darurat jika kondisi penularan masih tinggi dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Gubernur untuk masalah PPKM. Beliau akan menindaklanjuti hal itu, yang sekarang ini statusnya adalah PPKM Mikro biasa. Tapi dilihat day to day. Gubernur menyampaikan kalau memang dalam waktu 2 sampai 3 hari ke depan kasus ini terus naik, maka beliau akan merubah dari PPKM Mikro ke PPKM Darurat,” ucapnya saat diwawancarai headlinekaltim.co di Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim, Senin sore, 5 Juli 2021.
Dikatakannya, Gubernur bersama dengan unsur pimpinan Forkopimda termasuk pimpinan DPRD Kaltim telah melakukan rapat koordinasi evaluasi terhadap penanganan COVID-19. Berbagai upaya juga terus dilakukan untuk menekan penularan di tengah-tengah masyarakat.
“Ini hasil rapat penanganan COVID-19 yang lalu di kantor Gubernur. Saya pikir ini bagus. Arahan pak Gubernur, supaya bisa menurunkan COVID di Kaltim. Itu tadi kembali, kita lihat 2 sampai 3 hari ke depan, kalau memang pertumbuhan COVID yang ada di sini melonjak, maka Pemprov akan menerapkan PPKM Darurat sesuai arahan presiden,” imbuhnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih