src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Banyak Guru Terpaksa Mengajar Pelajaran Bukan Bidangnya, Ini Penyebabnya

Banyak Guru Terpaksa Mengajar Pelajaran Bukan Bidangnya, Ini Penyebabnya

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 19:20 9 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Kekurangan tenaga pengajar di Kalimantan Timur kini memengaruhi kualitas pembelajaran. Dalam banyak kasus, guru terpaksa mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan mereka demi menutup kekosongan tenaga pendidik.

Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menyebut bahwa kekurangan guru terjadi hampir di seluruh jenjang pendidikan. Situasi tersebut membuat dinas terkait harus mengambil langkah cepat agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Di lapangan, ketimpangan distribusi tenaga pengajar menjadi persoalan utama. Ada sekolah yang mengalami kelebihan guru pada mata pelajaran tertentu, sementara sekolah lain justru kekurangan.

“Memang kita masih kekurangan guru di berbagai lini. Bahkan penempatan guru terkadang harus dilakukan secara mendadak, termasuk pemindahan ke daerah tertentu,” ujar Darlis, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pemindahan guru merupakan langkah yang diambil untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Meski belum ideal, langkah tersebut dinilai sebagai solusi sementara.

“Faktor utamanya karena kita kekurangan tenaga pengajar. Jadi dinas pendidikan harus melakukan berbagai penyesuaian,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan kebutuhan antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tenaga pendidik.

Dalam beberapa kasus, ada daerah yang kelebihan guru, sementara daerah lain justru mengalami kekurangan pada bidang yang sama. “Ada wilayah yang kelebihan guru, tetapi di tempat lain justru kekurangan. Karena itu, dilakukan pemindahan agar kebutuhan bisa terpenuhi,” katanya.

Ia mencontohkan, kondisi tersebut sering terjadi pada mata pelajaran tertentu seperti matematika, di mana distribusi guru tidak merata. “Misalnya di satu daerah guru matematika berlebih, tetapi di daerah lain justru kekurangan,” ungkap Darlis.

Karena itu, pemerintah melalui dinas pendidikan terus melakukan penyesuaian untuk menutup kekurangan tenaga pengajar di berbagai wilayah.

“Jadi mau tidak mau, pemerintah harus mengambil kebijakan pemindahan guru agar kebutuhan di setiap daerah bisa terpenuhi,” tegasnya. (ns)

LAINNYA
x