Beranda BERITA 30 Pasien Rumah Sakit Jiwa Terpapar Corona

30 Pasien Rumah Sakit Jiwa Terpapar Corona

30 Pasien Rumah Sakit Jiwa Terpapar Corona
dr. Jaya Maulana. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – COVID-19 tidak membeda-bedakan siapapun. Tua-muda, sehat atau sakit, semua orang bisa diserang. Termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) juga rentan terpapar.

Bahkan, di Kota Samarinda, ODGJ yang terpapar COVID-19 dan menjalani perawatan di RSJD Atma Husada sejak pandemi COVID-19 berjumlah 30 orang.

“Ada sekitar 30 orang pasien yang terkonfirmasi positif. Namun mereka kita pisahkan, jadi ada ruangan khusus,” ungkap Direktur RSDJ Atma Husada dr Jaya Mualimin saat dikonfirmasi headlinekaltim.co.

Di rumah sakit yang dipimpinnya, ada sekitar 113 ODGJ yang menjalani rawat inap. Jumlah tersebut sudah termasuk pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Advertisement

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan di antara sesama pasien rawat inap di RSDJ Atma Husada, berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, pemeriksaan rontgen hingga pemeriksaan dengan menggunakan PCR serta obat-obatan antivirus.

“Mereka ini kita pisahkan dari pasien-pasien lainnya. Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 menempati ruangan khusus yang telah kita siapkan. Penanganan seperti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Juga kita lakukan pemeriksaan rontgen, kemudian pemeriksaan PCR, kemudian nanti ditangani dengan obat-obatan khusus COVID-19,” terang Jaya Mualimin.

Disinggung soal penyebab ODGJ terpapar COVID-19, Jaya Mualimin mengaku juga bingung. Hal itu bahkan menjadi pertanyaan Pemprov Kaltim.

Dia menduga, penyebab terpaparnya pasien ODGJ yang dirawat di RSDJ Atma Husada berasal dari klaster keluarga, kemudian menularkan pada pasien lain yang sama-sama menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

Baca Juga  Ini Enam Menteri Baru Hasil Perombakan Kabinet Jokowi

“Sebenarnya kita juga sudah menangani dari awal dan ada test antigen. Ternyata begitu masuk, muncul dan kena sama pasiennya. Itu yang sering kejadian,” lanjut dia.

Untuk itu, lanjut Jaya, pihaknya melakukan modifikasi pelayanan kesehatan untuk pasien ODGJ yang menjalani rawat jalan, diantaranya dengan melakukan konsultasi via online dan melarang pasien ODGJ anak datang ke rumah sakit.

“Untuk pasien-pasien yang rawat jalan, sebenarnya ada yang sudah kita lakukan modifikasi, seperti anak. Jadi anak-anak tidak boleh ke sini, konsultasi jarak jauh via online, nanti obatnya diambil ke sini. Tapi yang jelas itu adalah pasien yang lama, kalau yang baru mereka memang harus datang ke sini supaya tidak kesulitan. Biasanya orangtuanya saja yang datang diwawancara. Tapi kalau pasien yang biasa, kita buat itu untuk mendaftar dan pasien datang harus menunggu di depan, ada terasnya di sana, menunggu sesuai urutan,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar