26.4 C
Samarinda
Senin, April 19, 2021

Sita 80,85 Gram Sabu yang Ditutupi Pembalut Bekas, Polres Kukar Ungkap Sarang Narkoba Loa Ipuh

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sering dapatkan laporan masyarakat, satu rumah di jalan Amanah II Loa Ipuh Tenggarong jadi tempat transaksi Narkoba jenis sabu-sabu, petugas Satres Narkoba Polres Kukar, berhasil menangkap penghuni rumah tersebut sekaligus tersangka kepemilikan sabu seberat 80,85 gram berinisial DA (45).

“Sabtu 27 Februari 2021 sore, kami berhasil menangkap tersangka DA beserta barang bukti sabu, uang sebesar Rp 1 Juta, dompet, alat penghisap, timbangan elektronik, serta Hp merek Oppo,” ucap Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Encek Indra Yani, Senin 1 Maret 2021, saat rilis bersama media.

Encek memastikan, saat penangkapan tersangka DA tidak lakukan perlawanan. Namun DA tidak memberitahu di mana barang haram yang dimilikinya. Akhirnya, petugas lakukan penggeledahan didalam rumah tersebut dengan teliti.

“Kami temukan sabu tersebut di tempat sampah WC, yang tertutupi dengan pembalut bekas,” jelasnya.

Encek menambahkan, saat ditangkap DA hanya seorang diri, sedangkan istrinya lagi pergi ke salah satu rumah keluarganya. DA juga sudah mempunyai anak yang berumur 18 tahun.

Baca Juga  Tolak Jalankan Rekomendasi Bawaslu RI Batalkan Edi Damansyah, Ini Penjelasan KPU Kukar

“Anaknya DA sedang ditahan di LP Tenggarong dalam kasus yang sama, ” ucapnya.

Diakui Encek, DA bukanlah pemain baru dalam bisnis sabu. DA merupakan residivis yang sudah dua tahun menikmati bebas dari penjara LP Tenggarong. Namun kembali berulah lagi, dengan terjun ke bisnis sabu.

Baca Juga  Berau Kembali Meraih Predikat WTP dari BPK

“Tahun 2019 DA bebas dari LP Tenggarong,” tegasnya.

Atas kelakuannya sendiri, DA bakal diganjar dengan hukuman penjara minimal 10 tahun maksimal seumur hidup. Jika diuangkan, Sabu milik pelaku dengan kisaran Rp 200 Juta.

“Kami akan kembangkan lagi dari kasus tersebut, yang kami duga keterlibatan jaringan narkoba besar,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka DA mengakui, kepemilikan barang haram tersebut punya pasar tersendiri, dirinya biasanya menawarkan sabu ke para karyawan tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

“Saya terjun ke bisnis sabu lagi, karena himpitan ekonomi, ” ucap DA.

Penulis : Andri

Editor: Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar