src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaltim Mulai Bertranformasi ke Ekonomi Berbasis Terbarukan

Kaltim Mulai Bertranformasi ke Ekonomi Berbasis Terbarukan

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Jul 2023 22:01 279 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA-Plt Kepala Disperindagkop Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan perekonomian Kaltim masih didominasi dari sektor pertambangan batu bara. Namun, saat ini Pemprov Kaltim telah mempersiapkan tranformasi ekonomi yang berbasis ekonomi terbarukan.

“Artinya kita mengalami tranformasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada batu bara, tapi kita tingkatkan sektor di luar batu bara, ” ujarnya.

Bahkan, kata dia, Kaltim sempat ditegur oleh pusat agar dapat mengembangkan ekspor dari sektor lain, selain pertambangan batu bara.

“Kita sempat ditegur karena selama ini perekonomian kita bergantung besar pada pertambangan. Itu sudah terbukti saat batu bara turun, perekonomian kita melambat bahkan sempat minus 2015 dan di tahun 2020 perekonomian kita turun lagi. Memang sektor pertambangan terlalu mendominasi, padahal harga batu bara fluktuatif , ” terangnya.

Dikatakannya, beberapa OPD di lingkup Pemprov Kaltim mulai menggerakkan sektor-sektor unggulan, seperti pariwisata.

“Dalam RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2024 sampai 2026, kita akan kembangkan rumah produksi sebagai upaya mendorong masyarakat mewujudkan hilirisasi di Kaltim, sehingga produk olahan muncul dan menjadi peluang pasar baru untuk unggulan Kaltim, ” katanya.

Untuk itu, lanjut Heni, Pemprov Kaltim melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan sertifikasi yang diharapkan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang yang ada.

“Tentunya komitmen bersama mendukung ekspor Kaltim dan tidak hanya mengembangkan potensi produk, tapi peluang produk ekspor, ” katanya.

Selain itu, lanjut dia, Disperindagkop Kaltim juga menggandeng Bank Indonesia, Bea Cukai Karantina untuk melakukan pengembangan ekspor produk UMKM Kaltim.

“Ini sejalan dengan transformasi ekonomi ke depan, bagaimana agar non migas dan batu bara menjadi komoditi tujuan ekspor. Seperti pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, industri kreatif, fashion kita. Nah ini yang kita tunggu dari proses hilirisasi menjadi produk olahan, sehingga Kaltim ke depan tidak lagi mengekpor dalam bentuk mentah, tapi sudah ada produk olahan yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah, ” pungkasnya. (Ningsih)

LAINNYA
x