src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kalimantan Disiapkan Jadi Pusat Energi Terbarukan Asia

Kalimantan Disiapkan Jadi Pusat Energi Terbarukan Asia

3 minutes reading
Tuesday, 27 Jan 2026 16:31 105 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kalimantan bersiap melakukan lompatan besar dalam arah pembangunan ekonomi nasional. Tidak lagi hanya dikenal sebagai lumbung batu bara, Kalimantan kini diproyeksikan menjadi pusat transisi energi Kalimantan dan pengembangan energi hijau di kawasan Asia Tenggara. Arah baru ini menempatkan transisi energi Kalimantan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dilansir dari RRI, visi besar transisi energi Kalimantan tersebut dibahas dalam Kuliah Umum yang menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Ballroom Lantai 8 Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsorsium “Mitra Hijau” yang bertujuan menyusun peta jalan transisi energi Kalimantan yang berkeadilan dan inklusif.

Konsorsium Mitra Hijau merupakan inisiatif strategis yang mempertemukan para pakar nasional serta pemimpin kawasan Asia Tenggara untuk merumuskan roadmap transisi energi Kalimantan, khususnya dalam peralihan dari energi fosil menuju energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal, menyampaikan bahwa kehadiran Menko Airlangga membawa pesan penting mengenai masa depan pembangunan Kalimantan. Ia menyebut ada tiga pilar utama yang menjadi arah kebijakan ke depan, yakni Green City, Green Energy, dan Green Economy yang semuanya bertumpu pada transisi energi Kalimantan.

“Kalimantan harus bertransformasi dari sekadar pemasok sumber daya alam mentah menjadi pemimpin ekonomi hijau yang progresif,” ujar Isradi.

Menurut Isradi, transisi energi Kalimantan bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi agar lebih berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang siap mengisi ekosistem ekonomi hijau tersebut.

Salah satu topik yang paling menarik perhatian mahasiswa dalam kuliah umum ini adalah peluang green jobs Kalimantan atau pekerjaan hijau. Jenis pekerjaan ini berkaitan langsung dengan upaya pelestarian lingkungan, mulai dari pengembangan energi surya, energi angin, hingga pengelolaan limbah berkelanjutan yang mendukung transisi energi Kalimantan.

Airlangga Hartarto menekankan bahwa transisi energi Kalimantan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam industri masa depan. Dengan kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis Kalimantan, daerah ini berpotensi menjadi motor utama energi hijau nasional dan regional.

Mahasiswa dan generasi muda Kalimantan diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam ekosistem transisi energi Kalimantan, termasuk dalam pengembangan teknologi energi bersih, inovasi ekonomi hijau, serta penciptaan green jobs Kalimantan yang berkelanjutan.

Kuliah umum tersebut juga dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta jajaran rektor perguruan tinggi se-Kalimantan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan transisi energi Kalimantan.

Sinergi antara kebijakan pemerintah, dunia akademik, dan sektor industri dinilai menjadi kunci keberhasilan transisi energi Kalimantan agar berjalan berkeadilan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan komitmen bersama tersebut, Kalimantan diharapkan mampu mempercepat transisi energi Kalimantan dan menempatkan diri sebagai pusat energi hijau sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi hijau Kalimantan di Asia Tenggara.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x