src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Satgas Pangan Polda Kaltim Sidak 3 Lokasi, Temukan Stok Kosong dan Label Beras Tak Sesuai

Satgas Pangan Polda Kaltim Sidak 3 Lokasi, Temukan Stok Kosong dan Label Beras Tak Sesuai

2 minutes reading
Friday, 25 Jul 2025 10:59 314 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Dalam upaya menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan beras premium di Kalimantan Timur, Satgas Pangan Polda Kaltim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan penjualan beras premium di Kota Balikpapan pada Kamis (24/7/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Si., yang didampingi oleh instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim, Dinas Pangan Provinsi, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.

Tiga titik menjadi fokus pengecekan, yakni Yova Supermarket, Pasar Pandansari, dan distributor PT HASS. Selain memantau harga beras Balikpapan, tim juga mengevaluasi mutu produk, mencocokkan label kemasan, hingga memastikan kelancaran distribusi di pasaran.

Hasilnya, di Yova Supermarket, semua produk beras premium seperti Tiga Mangga Manalagi, Sedap Wangi, Mawar, hingga Raja Ultima masih dijual pada kisaran Rp15.400 per kilogram, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional. Tidak ditemukan adanya pelanggaran terkait harga maupun kemasan.

Namun temuan berbeda terjadi saat tim mengunjungi Toko UD.212 di Pasar Pandansari. Salah satu produk, yaitu beras Rahma 35 kemasan 25 kilogram, diketahui memiliki label yang tidak sesuai dengan regulasi yang tercantum dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2018. Dugaan pelanggaran ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait untuk proses lebih lanjut.

Situasi lebih serius ditemukan di PT HASS. Distributor tersebut diketahui telah mengalami kekosongan stok beras premium sejak 17 Juli 2025. Kondisi ini menjadi perhatian utama tim Satgas untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan yang dapat berdampak pada konsumen dan harga beras Balikpapan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menyatakan bahwa sinergi antara polisi dan pemerintah daerah menjadi ujung tombak dalam mengawasi peredaran bahan pokok.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha agar menjunjung transparansi dan tidak melakukan pelanggaran terkait distribusi maupun penjualan. Masyarakat juga kami minta agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena secara umum stok beras masih dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Kombes Pol Yuliyanto, dikutip dari tribratanewspoldakaltim.com.

Satgas Pangan Polda Kaltim menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif guna mencegah praktik curang, spekulasi harga, serta menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Timur tetap terjaga.
Artikel Asli baca di tribratanewspoldakaltim.com/

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x