src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jalan Penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu Siap Dibangun 2025, Warga Pedalaman Sambut Harapan Baru

Jalan Penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu Siap Dibangun 2025, Warga Pedalaman Sambut Harapan Baru

3 minutes reading
Tuesday, 22 Apr 2025 10:44 593 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, UJOH BILANG – Masyarakat pedalaman Kalimantan Timur, khususnya di Mahakam Ulu, menyambut angin segar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu pada tahun 2025. Proyek ini menjadi babak baru dalam sejarah konektivitas antarwilayah di Bumi Etam, yang selama ini terkendala oleh medan geografis ekstrem dan akses transportasi darat yang nyaris tidak ada.

Kabar tentang ketersediaan anggaran ini disampaikan usai digelarnya rapat dengar pendapat antara pemangku kepentingan, termasuk anggota DPRD Mahakam Ulu, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah.

“Anggaran tersebut disiapkan untuk pembangunan tahun 2025 ini, tinggal menunggu realisasinya saja,” ujar Desiderius Dalung Lasah, anggota DPRD Mahulu, Senin (21/4/2025).

Desiderius menyebut bahwa jalan penghubung ini sangat krusial untuk membuka keterisolasian Mahulu yang selama ini bergantung pada jalur sungai sebagai akses utama. Keterbatasan infrastruktur darat kerap menjadi penghambat utama dalam pendistribusian barang, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

“Selama ini, akses jalan yang terbatas menjadi tantangan utama dalam mendistribusikan barang dan layanan ke Mahakam Ulu,” jelasnya.

Pembangunan jalan ini diyakini akan membawa perubahan signifikan. Para petani, pelaku UMKM, dan pengusaha lokal akan lebih mudah memasarkan produknya ke wilayah lain, khususnya ke Kutai Barat dan kota-kota besar di Kalimantan Timur. Dengan konektivitas yang lebih baik, biaya distribusi akan turun, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan peluang pertumbuhan ekonomi pun terbuka lebar.

Pembangunan jalan ini tak hanya sebatas soal ekonomi. Warga Mahulu yang selama ini kesulitan menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan, kini punya harapan lebih besar. Akses menuju sekolah, puskesmas, atau rumah sakit akan lebih mudah, yang berarti kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara perlahan namun pasti.

“Kita akan sabar menunggu kegiatan dilaksanakan. Memang semuanya butuh proses dan waktu. Tidak serta-merta berjalan setelah kita suarakan,” kata Desiderius.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa warga Mahulu sadar akan dinamika birokrasi dan proses pembangunan, namun mereka tetap berharap proyek ini tidak sekadar menjadi janji di atas kertas.

Pemerintah daerah bersama DPRD Mahakam Ulu terus mendorong agar pembangunan jalan lintas strategis ini tidak mengalami keterlambatan. Mereka berharap tidak hanya realisasi anggaran, tapi juga kualitas pengerjaan, keberlanjutan proyek, serta pengawasan ketat terhadap pelaksanaan di lapangan.

Pembangunan jalan penghubung antar kabupaten ini juga selaras dengan agenda besar Pemprov Kaltim dalam membangun infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meskipun Mahakam Ulu berada di pinggiran pembangunan IKN, proyek ini diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap integrasi wilayah dan pemerataan pembangunan antar daerah.

“Kami ingin Mahulu tidak tertinggal saat Kalimantan Timur bersiap jadi pusat pemerintahan nasional. Infrastruktur adalah kunci untuk itu,” tegas seorang tokoh masyarakat Mahulu yang enggan disebutkan namanya.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x