src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Manasik haji yang diikuti jemaah calon haji Berau. (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ratusan jemaah calon haji (Calhaj) mengikuti Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Berau Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026 di Kantor Kemenag Berau.
Asisten Administrasi Umum, Maulidyah, menegaskan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama bagi calon jemaah haji sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan jemaah secara fisik, mental, dan spiritual agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
“Pembekalan ini menjadi ikhtiar penting dalam memberikan wawasan, pengetahuan, serta pembentukan sikap dan adab bagi calon jemaah haji,” jelasnya.
Menurutnya, ibadah haji bukanlah ibadah yang sederhana, melainkan rangkaian panjang sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT yang membutuhkan kesiapan matang, terutama dari sisi kesehatan dan ilmu pengetahuan. Pengetahuan menjadi salah satu syarat istitha’ah atau kemampuan berhaji, selain kesehatan dan ekonomi.
“Pengetahuan adalah kunci kualitas ibadah, agar seluruh rangkaian haji dapat dilaksanakan dengan maksimal dan memenuhi syarat maupun rukun, sehingga jemaah dapat kembali dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Dalam kegiatan manasik, calon haji mendapatkan pemahaman terkait tahapan ibadah, termasuk teknis pelaksanaan di Tanah Suci. Maulidiyah mengimbau seluruh calon jemaah haji dari Kabupaten Berau untuk mengikuti bimbingan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai simulasi nyata pelaksanaan haji.
“Saya harap jemaah dapat aktif bertanya serta memperdalam pemahaman melalui berbagai sumber, baik buku maupun informasi digital, agar lebih siap dan mandiri saat menjalankan ibadah,” tuturnya.
Tak hanya itu, Maulidiyah juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan antarsesama jemaah. Hal ini menjadi krusial mengingat kondisi di tanah suci yang dipadati jutaan umat Islam dari berbagai negara dengan situasi yang kerap sulit diprediksi. “Kebersamaan dan saling tolong-menolong sangat diperlukan, terutama bagi jemaah lansia,” katanya.
Dirinya juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi arahan pembimbing dan petugas haji, menjaga sikap, perkataan, serta nama baik bangsa dan daerah selama berada di Tanah Suci, khususnya saat beribadah di Masjidil Haram.
Kata dia, pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji yang berlangsung dalam waktu cukup panjang. Ia menyebutkan, sekitar 60 persen calon jemaah haji Berau didominasi perempuan, sehingga perhatian terhadap kondisi fisik dan kebersamaan menjadi hal yang sangat penting.
“Manfaatkan kesempatan berhaji sebagai panggilan ibadah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, melaksanakan salat wajib dan sunah, serta salat taubat sebagai bekal spiritual selama di Tanah Suci,” bebernya.
Maulidiyah berharap sekitar 212 calon jemaah haji Kabupaten Berau dapat menjalankan ibadah dengan lancar, berangkat dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh. (Riska)