src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jalur Darat ke Mahulu Lumpuh Total Akibat Longsor, Warga Minta Penanganan Cepat

Jalur Darat ke Mahulu Lumpuh Total Akibat Longsor, Warga Minta Penanganan Cepat

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Apr 2025 10:21 409 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, UJOH BILANG – Bencana longsor kembali melumpuhkan akses darat utama menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur. Kejadian ini terjadi di kawasan Camp Sawit MCA arah Kenalung, Kampung Memahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Minggu (13/4/2025). Jalur vital ini kini tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali, menyebabkan terputusnya arus logistik dan mobilitas warga.

Informasi pertama mengenai longsor menyebar cepat lewat grup WhatsApp warga. Dalam laporan tersebut, seorang warga menulis, “Kerusakan jalan cukup parah dan benar-benar tidak bisa dilewati.” Gambar dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalan yang amblas dan tanah berguguran menutup seluruh badan jalan.

Menurut penuturan warga setempat, longsor ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Mahulu selama beberapa hari terakhir. Jalan yang terdampak merupakan jalur utama yang menghubungkan Mahulu dengan daerah sekitar, termasuk Kabar dan pusat distribusi logistik dari Kutai Barat.

Tidak hanya kendaraan pribadi, truk pengangkut bahan kebutuhan pokok, solar, dan barang niaga juga tidak bisa melintas. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan logistik jika penanganan tidak dilakukan dengan cepat.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Mahulu maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat mendesak adanya langkah cepat, baik itu pengerahan alat berat maupun pembukaan jalur alternatif darurat.

“Kami sangat khawatir, apalagi Mahulu ini sangat bergantung pada distribusi dari luar. Kalau jalan ini putus terus, bisa-bisa harga barang naik dan stok langka,” kata Albertus, seorang warga Long Bagun, saat dihubungi Headline Kaltim.

Warga pun diimbau untuk menunda perjalanan dari dan menuju Mahulu hingga jalur darat benar-benar aman. Beberapa pengemudi yang terjebak di tengah perjalanan terpaksa bermalam di kendaraan mereka, menunggu bantuan dan kejelasan penanganan dari pemerintah.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi perlunya peningkatan kualitas infrastruktur jalan di daerah rawan bencana seperti Mahulu. Selain sebagai jalur mobilitas, jalan ini juga merupakan nadi utama distribusi bahan pangan, BBM, hingga pelayanan darurat.

“Kita tidak bisa terus menerus terpaku pada kondisi cuaca. Harus ada perencanaan infrastruktur yang lebih tahan bencana dan antisipatif,” ujar seorang aktivis lingkungan yang juga warga setempat, Rina Palang.

Kondisi cuaca di wilayah Mahulu sendiri masih belum bersahabat. Prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanganan.

Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mahulu segera bersinergi dengan Pemprov Kaltim dan instansi pusat untuk menangani kondisi ini dengan skala prioritas. Akses jalan darat yang memadai adalah satu-satunya harapan warga agar tidak terus hidup dalam keterisolasian dan ketidakpastian.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x