src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jalan Lima Desa di Muara Kaman Tak Pernah Dianggarkan, Kamarur Zaman: Tak Usah Lagi Gelar Musrenbang Kecamatan

Jalan Lima Desa di Muara Kaman Tak Pernah Dianggarkan, Kamarur Zaman: Tak Usah Lagi Gelar Musrenbang Kecamatan

2 minutes reading
Monday, 20 Apr 2026 20:22 1 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kukar tahun 2027 membuat anggota DPRD Kukar Kamarur Zaman gusar. Usulan perbaikan jalan yang menghubungkan lima desa di Muara Kaman tidak diakomodasi Pemkab Kukar.

“Tahun ini saja, usulan perbaikan jalan desa Muara Kaman Ulu, Muara Kaman Ilir, Rantau Hempang, Teratak, dan Benua Puhun, tidak diberi anggaran, padahal jalan tersebut rusak parah,” sebut Kamaru Zaman, Senin 20 April 2026, di aula Bappeda Kukar.

Menurut dia, usulan perbaikan jalan tersebut sudah dapat rekomendasi perbaikan dari Bupati terdahulu Edi Damansyah. Namun, belum  juga mendapat anggaran.

Sebagai legislator yang terpilih melalui Daerah pemilihan (Dapil) Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman ini, dia mengaku selalu ditodong masyarakat soal perrbaikan jalan tersebut. “Jika tidak masuk anggaran pembangunan, tidak usah digelar Musrenbang Kecamatan Muara Kaman. Ini sudah sering diusulkan, tapi tidak lolos juga,” ungkapnya.

Padahal, masyarakat di lima desa tersebut sudah siap berdemo ke kabupaten. Namun, hal itu masih bisa diredam oleh pihak Pemcam Muara Kaman. “Camat Muara Kaman Nadi Baswan yang meredam masyarakat, jangan demo, mari berjuang dengan cara lain,” ungkapnya.

Kabid Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bappeda Kukar Syaiful Bahri menyebut akan mengevaluasi APBD 2026. Pihaknya akan melihat kemungkinan penganggaran jalan lima desa di Muara Kaman. “Nanti akan kita evaluasi dulu,” ucap Syaiful.

Dia beralasan, usulan jalan tersebut tidak masuk di APBD 2026 karena efisiensi anggaran. “Kukar diperkirakan akan mengalami efisiensi lagi, dari proyeksi APBD Kukar 2026 Rp 7,5 triliun, dipangkas Rp 1,9 triliun. Jadi,  diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp 5,6 triliun,” jelasnya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x