src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Longsor di Jl Pattimura masih terjadi di hari keempat (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hari ke 4 pasca longsor yang terjadi di jalur Pattimura Mangkupalas-Palaran, tepatnya di sekitar Teluk Bajau, akses lalulintas kendaraan yang menghubungkan dua Kecamatan tersebut masih ditutup oleh petugas.
Pantauan di lokasi longsor, tumpukan material longsoran masih menimbun badan jalan, khususnya jalur yang dari arah Palaran tertutup habis, sedangkan badan jalan dari arah Pattimura, Mangkupalas hanya menyisakan luas kurang dari satu meter jalan yang bisa dilalui.
Sebenarnya dari pihak UPTD 2 PUPR Provinsi Kaltim telah berupaya melakukan pembersihan material longsoran di satu titik yang terparah, namun karena kondisi cuaca yang terus hujan, menyebabkan pembersihan terkendala. Tak hanya itu saja, longsoran susulan terus turun, sehingga tumpukan material longsor yang baru saja dibersihkan, kembali menumpuk.
Sementara itu, walaupun kondisi jalan yang membahayakan, licin dan becek. Namun masih saja ada pengguna kendaraan roda dua yang tetap nekat melintas. Padahal petugas dari Kepolisian maupun Dishub Samarinda, termasuk BPBD telah memasang spanduk peringatan untuk tidak melintas. Bahkan pengguna jalan juga diingatkan secara langsung saat akan melintas, tetapi hal itu diabaikan oleh pengguna jalan. Alasan mereka, hanya jalur itu yang terdekat untuk mencapai tempat tujuan.
Koordinator BPBD kota Samarinda untuk wilayah Palaran-Samarinda Seberang Sujial mengatakan, pihak UPTD 2 PUPR Kaltim sudah berupaya maksimal membersihkan material longsoran, pengerjaan dilakukan sejak pagi hingga malam. Tetapi karena sering hujan, pembersihan terkendala.
“Terus diupayakan untuk dapat membuka satu jalur kendaraan dulu, tapi karena cuaca hujan terus jadi pembersihan terganggu. Rencana tadi malam dikebut semua dari PUPR, paling nggak bisa dilewati pagi ini satu jalur, tapi kan hujan tadi malam jadinya istirahat lagi. Pagi ini lanjut lagi,” ucapnya Sabtu pagi, 16 Januari 2021.
Sujial juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan, agar tidak memaksakan diri untuk nmelintas di lokasi longsor. Karena rawan adanya longsoran susulan, yang mana akan membahayakan. Tidak itu saja, acaman juga membahayakan bagi pemotor jika melintas di lokasi tersebut, lantaran adanya tanah yang mulai amblas, yang berada tepat di sisi jalur yang mengarah ke Palaran, kurang dari 5 meter lokasi titik longsor kedua.
“Di situ kan juga ada tanah yang mulai amblas, lokasinya persis di depan longsoran ke dua. Sudah jalan kurang dari sementer yang bisa dilalui, licin dan becek, ditambah jalan yang mulai ambles. Itu berbahaya. Belum lagi mereka yang memaksakan diri tetap lewat, banyak yang jatuh. Padahal kami sudah melakukan imbauan agar tidak melintas. Untuk itu saya mengimbau, demi keselamatan bersama, agar tidak dulu lewat di sini,” pintanya.
Terpisah, Lurah Mangkupalas Muhammad Noor juga mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembuatan turap tebing bukit untuk mengantisipasi adanya longsoran kembali.
“Kami sudah membicarakan masalah ini dengan PUPR, sudah juga mengajukan pembuatan turap. Tapi selanjutnya saya belum mengetahui bagaimana lagi, soalnya kan masalahnya ini selalu sama dan berulang,” katanya.
Penulis : Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim