src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DPMD Kukar Arianto. (Foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG–Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar menekankan kepada seluruh pemerintahan desa (Pemdes) se-Kukar untuk konsen penanganan stunting atau gagal tumbuh kembang anak.
“Kita minta Pemdes tanggap cepat penanganan stunting di Kukar, bukan hanya 21 desa yang ditetapkan menjadi lokus penanganan oleh pemerintah Pusat dan Provinsi Kaltim,” pinta Kepala DPMD Kukar, Arianto, Senin 10 Juli 2023.
Dalam hal penanganan stunting, program bisa dijalankan dengan memberikan makanan tambahan untuk memenuhi kecukupan gizi anak, perbaikan Posyandu, penguatan kader Posyandu, serta aktif rembug stunting.
“Semua bisa dianggarkan oleh Pemdes,” sebutnya.
Program penanganan stunting bisa dianggarkan melalui alokasi dana desa (ADD) dan juga dana desa(DD). Selain itu, penanganan stunting bisa dilakukan secara gotong royong lintas OPD.
“Yang saat ini, bekerja sama dengan Dinas kesehatan(Dinkes), DPMD dan Disdukcapil,” paparnya.
Penanganan stunting juga bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada. di wilayah sekitar. Selain itu, penting pula melakukan penguatan kader posyandu.”Ada kasus ditemukan, kader Posyandu salah mengukur tinggi badan anak,” sebutnya.
Terkait penyebab dominan stunting, banyak keluarga yang belum memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan untuk berobat ketika sakit. Mantan Camat Muara Wis ini menyarankan masyarakat yang layak agar didaftarkan ke BPJS.
“Silahkan anggarkan, pedaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk keluarga miskin melalui ADD atau DD, regulasinya sudah ada yang mengatur itu,” pungkasnya.(Andri)