Beranda BUMI ETAM Hari Ini, Dua ASN Samarinda Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Hari Ini, Dua ASN Samarinda Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19. (Foto: BPBD Samarinda/istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Samarinda kembali memakamkan dua jenazah dengan protokol COVID-19 pada Selasa 20 Oktober 2020. Prosesi pemakaman ini terhitung yang ke-223 dan ke-224.

“Pemakaman pertama hari ini jenazah berinisial BM laki-laki usia 50 tahun, masuk Rumah Sakit Dirgahayu pada 17 Oktober, didiagnosis pneumonia. Meninggal tanggal 20 Oktober pukul 00.00 WITA dengan status Covid-19,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda, Ifran.

Kemudian, jenazah kedua berinisial D, perempuan usia 56 tahun. Masuk RSUD AW Sjahranie pada 19 Oktober dengan status probable Covid-19.

Advertisement

Informasi dihimpun, jenazah pertama merupakan pejabat di Dispora Kaltim. Jenazah kedua adalah seorang guru di Sekolah Dasar. Keduanya dimakamkan di Pemakaman Raudhatul Jannah Serayu Tanah Merah.

Hingga per tanggal 20 Oktober 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Samarinda mencapai total 3.703 kasus. Dengan total 3.002 kasus sembuh dan total kasus meninggal sebanyak 151 kasus.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih menambahkan, Pemkot telah mengoperasikan UPT Laboratorium Kesehatan Kota Samarinda, terletak di Jl Pelita Sungai Pinang, Kota Samarinda.

“Laboratorium ini dilengkapi PCR permanen, yang mampu satu kali running 96 sampel swab. Laboratorium molekuler, sister lab atau di bawah bimbingan Lab Eikjman Jakarta,” kata Ismed.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Samarinda, Osa Rafshodia menjelaskan kapasitas PCR minimal 96 spesimen, maksimal 400 spesimen dalam sekali siklus.

“Kami akan menggunakan sistem pooling seperti di Sumbar sehingga meningkatkan kapasitas hingga 800 spesimen per siklus,” ujar dr Osa.

“Dalam 1 siklus 6 jam, untuk sementara mulai lusa baru siklus, mungkin minggu depan bisa 24 jam karena harus dipersiapkan SDM-nya,” bebernya lagi.

Penulis: Amin

Komentar