src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gubernur Bantah Banjir Berau Akibat Tambang

Gubernur Bantah Banjir Berau Akibat Tambang

waktu baca 1 menit
Rabu, 19 Mei 2021 11:33 272 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Banjir yang merendam 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Berau sejak 12 Mei 2021 lalu menyita perhatian masyarakat. Bencana tersebut dituding terjadi sebagai akibat dari kerusakan lingkungan dan alih fungsi kawasan hutan yang berubah menjadi area tambang batu bara.

Berdasarkan data dari BPBD Berau, daerah terdampak paling parah berada di Kecamatan Sambaliung, Kelay, Segah dan Teluk Bayur. Dan di Kecamatan Sambaliung ini, sedikitnya 1.532 KK ikut terdampak. Sedangkan total keseluruhan warga yang terdampak sebanyak 2.308 KK.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Berau tidak membuat kekhawatiran adanya banjir susulan.

“Nggak apa-apa, itu kan sudah turun banjirnya,” ujarnya pada headlinekaltim.co.

Orang nomor satu di Kaltim ini pun menangkis tudingan yang menyebut bahwa penyebab terjadinya banjir yang merendam 4 kecamatan di Berau disebabkan oleh aktivitas pertambangan batu bara.

Menurut Isran Noor, banjir terjadi karena di daerah tersebut memang mengalami musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Nggak, itu cerita (tambang batu bara, red). Memang banyak curah hujannya, jadi dia apa saja yang dia tubruk, diterobos saja masuk bendungan,” katanya.

Saat disinggung mengenai wilayah mana saja di Kaltim yang berpotensi banjir, Gubernur menyebut sudah ada pemetaan sehingga antisipasi dan kewaspadaan perlu dan penting dilakukan.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x