src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penyerahan alat pertanian kepada kelompok binaan Pertamina. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengelolaan Lahan serta Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hasil Pertanian yang dilaksanakan pada Selasa (23/6) di Balai Penyuluhan KB Balikpapan Selatan, Sepinggan Raya.
Di tengah tantangan kenaikan harga pangan dan keterbatasan lahan produktif di kawasan perkotaan, pelatihan ini hadir untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan secara optimal. Melalui pengembangan hortikultura, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber pangan keluarga sekaligus peluang peningkatan ekonomi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 15 anggota dari tiga kelompok pertanian binaan di kawasan Sepinggan Raya ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tandus juga berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman.
Salah satu kelompok binaan yang merasakan manfaat program ini adalah Kelompok Kebun Seraya Berdaya yang diketuai Sadariah menyambut baik adanya kegiatan ini, karena lahan yang sebelumnya tandus dan kurang subur, akan diolah menjadi lahan yang lebih produktif. Lahan ini nantinya akan ditanami dengan berbagai jenis sayuran.
“Alhamdulillah, adanya pelatihan ini kami harapkan bisa membantu warga menggarap lahan jadi produktif. Sebelumnya tanah yg digunakan kurang subur dan cuaca yang cukup panas di kawasan ini menjadi kendala. Tapi dengan adanya pelatihan ini semoga bisa membantu warga,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan sarana pertanian, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan.
“Melalui program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan bersama kelompok tani binaan, kami tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas para petani melalui pelatihan dan pendampingan yang menghadirkan pakar pertanian. Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan sejumlah dukungan berupa alat semprot, pupuk, serta bahan pembenah tanah untuk membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat,” ujar Edi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mulai dari teknik pengolahan tanah, pengelolaan unsur hara dan pemupukan, pembuatan kompos, budidaya tanaman hortikultura, hingga pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan ramah lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pertamina juga telah memberikan berbagai bantuan penunjang berupa embung penampung air, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pupuk kandang, mulsa, bibit tanaman, serta pelatihan pengelolaan lahan dan pembuatan pestisida nabati.
Edi menambahkan bahwa salah satu fokus pendampingan yang dilakukan perusahaan adalah membantu petani mengatasi tantangan kualitas lahan agar dapat mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Salah satu tantangan yang dihadapi petani di lokasi ini adalah kondisi tanah dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi. Melalui pendampingan dan pemanfaatan berbagai sarana yang diberikan, kondisi tanah yang sebelumnya memiliki pH sekitar 3 kini telah meningkat menjadi sekitar 6,5. Perbaikan kualitas lahan ini menjadi fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan budidaya pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” tutup Edi. (iwan)