src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemilik Golongan Darah Ini Harus Lebih Waspada, Studi Ungkap Risiko Stroke Lebih Tinggi

Pemilik Golongan Darah Ini Harus Lebih Waspada, Studi Ungkap Risiko Stroke Lebih Tinggi

waktu baca 4 menit
Rabu, 24 Jun 2026 14:16 27 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Golongan darah berisiko stroke menjadi perhatian setelah sebuah penelitian menemukan bahwa pemilik golongan darah tertentu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami stroke di usia muda. Temuan tersebut menunjukkan variasi genetik pada golongan darah A dan B berkaitan dengan peningkatan risiko, meski faktor lain tetap berperan besar.

Dilansir dari detikHealth, golongan darah selama ini dikenal sebagai sistem klasifikasi yang membagi darah manusia menjadi empat kelompok utama, yakni A, B, AB, dan O. Masing-masing golongan tersebut masih memiliki variasi genetik yang lebih spesifik yang dipengaruhi mutasi pada gen tertentu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2022 mengungkap adanya kaitan antara subkelompok golongan darah A1 dengan peningkatan risiko stroke sebelum usia 60 tahun.

“Temuan penting dan mengejutkan ini menambah pemahaman kita mengenai faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, termasuk golongan darah seseorang,” kata ilmuwan sekaligus dokter dari University of Maryland, Mark Gladwin, dikutip dari Science Alert.

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan sekitar 17 ribu pasien stroke dan hampir 600 ribu orang yang tidak pernah mengalami stroke. Seluruh partisipan berusia antara 18 hingga 59 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemilik variasi genetik golongan darah A1 memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun dibandingkan golongan darah lainnya. Sebaliknya, pemilik varian genetik O1 diketahui mempunyai risiko sekitar 12 persen lebih rendah.

Penulis senior penelitian sekaligus ahli neurologi vaskular dari University of Maryland, Steven Kittner, menyebut jumlah kasus stroke pada usia muda terus mengalami peningkatan.

“Orang yang mengalami stroke di usia muda memiliki risiko kematian lebih tinggi. Mereka yang selamat juga berpotensi hidup dengan disabilitas selama puluhan tahun. Sayangnya, penyebab stroke pada usia muda masih belum banyak diteliti,” ujarnya.

Melalui analisis genom, para peneliti menemukan dua lokasi gen yang memiliki hubungan kuat dengan stroke dini. Salah satunya berada pada gen ABO yang menentukan golongan darah seseorang.

Meski demikian, Kittner menegaskan peningkatan risiko pada pemilik golongan darah A relatif kecil sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas berlebihan ataupun melakukan pemeriksaan tambahan secara khusus.

“Kami masih belum mengetahui secara pasti mengapa golongan darah A meningkatkan risiko stroke,” kata Kittner.

“Namun, kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan faktor pembekuan darah, seperti trombosit, sel yang melapisi pembuluh darah, serta berbagai protein dalam sirkulasi darah yang berperan dalam pembentukan bekuan darah,” lanjutnya.

Selain golongan darah A, penelitian tersebut juga menemukan bahwa pemilik golongan darah B memiliki risiko sekitar 11 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan golongan darah lain, tanpa memandang usia.

Para peneliti mengingatkan bahwa golongan darah berisiko stroke bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi seseorang terkena penyakit tersebut. Mekanisme stroke pada usia muda diduga lebih banyak berkaitan dengan pembentukan bekuan darah, sedangkan pada usia lanjut lebih sering dipicu oleh aterosklerosis atau penumpukan plak di pembuluh darah.

Apa Itu Stroke?

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau perdarahan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan memicu komplikasi serius.

Neurolog dr Ricky Gusanto Kurniawan, SpN, SubspNIIO (K), FINR menjelaskan terdapat dua jenis stroke yang umum terjadi, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Stroke iskemik terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Sementara stroke hemoragik disebabkan pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan darah menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya.

“Kalau jaringan otak sekitarnya ketekan (akibat perdarahan-red) ya apa yang terjadi? Bengkak, tambah bengkak jaringan otaknya. Ketika darahnya menekan batang otak, ya sudah, napasnya terganggu, kemudian pasiennya nggak sadar, bahkan kekuatan ototnya semua, ya hilang,” kata dr Ricky saat berbincang dengan detikcom, Rabu (21/5/2025).

Ia menjelaskan, stroke hemoragik umumnya terjadi secara mendadak dan ditandai sakit kepala hebat yang disertai mual, muntah hingga kehilangan kesadaran.

“Stroke itu ngagetin banget. Bisa kayak ‘orang tadi lagi makan kok, gak apa-apa kok lagi ngobrol sama saya, tiba-tiba ibu nyeri kepala hebat terus nggak sadar Dok’. Itu kan mendadak banget gitu kan ya,” bebernya.

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x