src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat antara Pemkab dan Forum Kontraktor Kukar yang dimediasi DPRD. (Foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Awal tahun 2021, muncul persoalan baru di Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan Pemkab Kukar di tahun 2020 yang sudah dilaksanakan kontraktor belum dibayar dan tercatat sebagai utang di 2021.
“Utang Pemkab Kukar ke kontraktor dari kegiatan di APBD 2020 mencapai Rp 226 Miliar,” ucap Wakil Bupati Kukar Chairil Anwar, saat rapat bersama DPRD Kukar, Senin 4 Januari 2021.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar Sukoco mengakui, pekerjaan kontraktor yang belum terbayarkan ada beberapa penyebab. Seperti pencairan yang menumpuk di akhir tahun, regulasi keuangan yang berubah-ubah, kekurangan SDM yang menangani pencairan, hingga pandemi COVID-19.
“Totalnya ada 1.714 berkas yang tidak berproses, atau ada sekitar 1.624 Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang belum tercairkan,” jelasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal yang memimpin rapat tersebut mengatakan, hal ini hanya butuh keberanian. Sebab, Pemkab Kukar khawatir ada konsekuensi hukum jika melakukan pembayaran.
“Nantinya bisa dibayarkan melalui peraturan kepala daerah (Perkada) saja, seperti peraturan bupati. Nanti akan ada pertemuan lagi, langsung dihadiri Bupati Edi Damansyah agar bisa cepat ambil keputusan terkait pembayaran hutang,” ucap politisi Golkar Kukar tersebut.
Andi Husri, Ketua Forum Kontraktor Kukar mendesak agar pemkab membayar utang karena mereka sudah menyelesaikan tugasnya. Lagipula, uang pemkab juga tersedia di Bankaltimtara. Lain hal jika uangnya tidak ada.
“Banyak yang ketergantungan dari pembayaran utang tersebut, seperti biaya tukang yang harus dibayar, utang bank, serta belanja barang lainnya. Ini hanya persoalan administrasi saja, mau atau tidak pemkab membayarkan hak kami,” keluhnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim