src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Iduladha 1446 H, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau melakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kabupaten Berau. Hal ini guna mengantisipasi adanya penyakit menular serta memastikan hewan kurban layak untuk dijual.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi menyampaikan, sebelum pemotongan hewan kurban, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan kesehatan dengan mengambil sampel darah pada kambing dan sapi. Kemudian, sampel tersebut di kirim ke laboratorium di Samarinda.
“Selain itu, hewan kurban yang datang kita periksa kelengkapan dokumen dari daerah asal,” ucapnya.
Setiap hewan kurban harus dilengkapi dengan surat kesehatan dan karantina dari daerah asal. Untuk data sementara DTPHP Berau, hewan kurban yang masuk ke Berau sebanyak 1.086 ekor sapi dan 275 ekor kambing.
“Namun, angka ini diprediksi akan terus bertambah saat mendekati puncak Iduladha,” bebernya.
Junaidi berpesan kepada para pedagang hewan kurban agar hewan yang dijual harus sehat serta bebas dari berbagai penyakit. Kemudian, melengkapi dokumen kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ada penyakit pada hewan kurban segera laporkan pada dinas terkait.
“Kami mengharapkan kerja sama dari para pedagang hewan kurban untuk tertib dalam administrasi dan menjaga kualitas hewan yang akan dijual,” pungkasnya. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya