23 C
Samarinda
Thursday, February 2, 2023

Ikuti Vaksinasi COVID-19 Lanjutan, Nidya Listiyono: Masyarakat tak Perlu Khawatir

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejumlah anggota DPRD Kaltim mengikuti vaksinasi COVID-19 lanjutan kedua yang dilaksanakan di Gedung E Kantor DPRD Kaltim Senin kemarin.

Nidya Listiyono, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar mengatakan, sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 lanjutan tahap kedua, dirinya tidak memiliki persiapan apapun. Terpenting kata dia, pikiran harus rileks dan senang.

“Pemeriksaan baik, diperiksa tensi, Alhamdulillah tidak masalah. Yang penting rileks. Saya juga tidak ada persiapan apa-apa,” katanya.

Setelah divaksinasi, Tyo sapaan akrabnya, mengaku tidak merasakan efek apapun. Ia meyakinkan kepada seluruh masyarakat, bahwa vaksinasi COVID-19 tujuannya untuk memperkuat antibodi tubuh. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir menerima vaksinasi COVID-19.

“Habis divaksin saya tidak merasa apapun. Saya minta, segera dilaksanakan pada masyarakat. Dan masyarakat tidak perlu khawatir. Yang belum melakukan vaksin, saya imbau agar segera,” serunya.

Tyo mengistilahkan COVID-19 “menari bersama badan”, yang menurut dia virus tersebut kemungkinan sulit dihilangkan. Dirinya pun memberikan contoh, vaksinasi COVID-19 seperti minum obat.

“Hari ini sudah ada secara klinis diuji, tidak usah khawatir. Jika ada efek samping, misalnya seperti kita minum obat, lalu ada alergi pada obat tertentu, tentu itu bisa dijelaskan secara klinis,” katanya.

Dirinya pun menyeru kepada pemerintah daerah dan unit terkait untuk terus gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19, untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Kaltim.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II Veridiana Huraq Wang mengaku, sebelum disuntik vaksin COVID-19, tensi darahnya sempat naik hingga penyuntikan juga ditunda.

Setelah melakukan istirahat beberapa menit, selanjutnya dia kembali melalui pemeriksaan tensi darah sebelum akhirnya menerima suntikan vaksinasi COVID-19 ke dua kalinya.

Setelah divaksin, Legislatif dari Fraksi PDI-P ini mengaku, ia merasakan kantuk.

“Tadi pagi sebelum vaksin saya memang minum kopi. Nah ternyata itu berpengaruh pada saat kita akan diperiksa tensi darah, tiba-tiba naik. Kata perawat berpengaruh juga kopi itu. Tensi kedua sudah normal dan bisa divaksin, tapi setelah vaksin ini saya mengantuk,” akunya pada awak media.

Lain halnya dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kaltim Muhammad Ramadhan. Ia mengatakan tidak mengikuti vaksinasi tahap dua di DPRD Kaltim, karena sempat terpapar virus COVID-19.

“Saya tidak vaksin hari ini, karena habis terpapar COVID-19. Nanti bulan April baru bisa, yang pasti kalau lebih 3 bulan bisa divaksin,” kata dia. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -