src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ditinggalkan Rekannya Saat Pulas di Tepi Sungai Segah, Pemuda di Berau Ditemukan Meninggal

Ditinggalkan Rekannya Saat Pulas di Tepi Sungai Segah, Pemuda di Berau Ditemukan Meninggal

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 11:00 27 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Upaya pencarian seorang pemuda yang dilaporkan hilang di kawasan Sungai Segah akhirnya membuahkan hasil. Marselinus (25), warga Kampung Long Ayan, Kecamatan Segah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Segah, RT 01 Kampung Punan Malinau pada Selasa, 28 Juli 2026 sekitar pukul 10.47 WITA.

Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh warga bersama aparat setempat setelah pencarian yang dilakukan sejak sehari sebelumnya. Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi. “Korban merupakan warga Kampung Long Ayan, Kecamatan Segah, sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Segah,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian bermula pada Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WITA. Saat itu, korban diketahui tengah berkumpul bersama sejumlah rekannya di tepi Sungai Segah. Menjelang pagi, teman-teman korban memutuskan pulang. Namun, Marselinus tetap berada di lokasi karena sudah tertidur pulas. Rekan-rekannya memilih tidak membangunkannya dan meninggalkan korban seorang diri di tempat tersebut.

Keesokan paginya, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran. Rekan-rekannya kemudian kembali ke lokasi tempat mereka berkumpul. Namun, korban sudah tidak ditemukan. Di sekitar area parkiran di seberang Kampung Punan Malinau, warga hanya mendapati telepon genggam, kunci sepeda motor, dan pakaian milik korban yang tertinggal.

Menyadari korban hilang, warga bersama aparat segera melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Segah sejak Senin. Pencarian belum membuahkan hasil pada hari pertama.Upaya tersebut terus dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan pada Selasa pagi dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah menerima laporan, personel Polsek Segah langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa,” ungkapnya.

AKP Suradi juga menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga secara resmi menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah karena meyakini korban meninggal akibat tenggelam. Selain itu, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.“Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x