29.7 C
Samarinda
Wednesday, February 21, 2024

Belum Ada Kasus Cacar Monyet, Jaya: Kaltim Terus Waspada

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengupayakan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Monkeypox (MPOX) atau cacar monyet. Ini jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang kulit manusia.

Mpox (Monkeypox) merupakan emerging zoonosis yang disebabkan virus Monkeypox. Penyakit tersebut bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2 hingga 4 minggu. Namun, bisa berkembang menjadi berat hingga kematian (Case Fatality Rate 3 atau 6%).

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengungkapkan, upaya peningkatan kewaspadaan cacar monyet tersebut sebagai tindak lanjut dari surat edaran Menteri Kesehatan RI yang telah merilis adanya kasus MPOX di Jakarta.

Surat edaran itu merupakan bentuk meningkatkan kewaspadaan bagi pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Kalau laporan sampai hari ini belum ada yang mengidap cacar monyet di Kaltim. Tapi setiap minggu kita laporkan ada atau tidaknya untuk kewaspadaan dini. Surat edaran ini kami sebarkan ke 10 kabupaten dan kota se-Kaltim,” kata Jaya.

Jaya menjelaskan penyakit ini menular kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.

“Menurut laporan epidemiologi, penyebaran MPOX cepat menular tetapi tidak dilaporkan jadi pandemi dan meninggal. Hanya penyebaran cepat, namun yang bahaya itu kalau menularkan. Cuma ini ada juga berhubungan dengan perilaku seksual,” ujarnya.

Melihat situasi di Indonesia sudah melaporkan kasus mpox pertama pada tanggal 20 Agustus 2022. Pada tanggal 13 Oktober 2023, Indonesia kembali melaporkan 1 kasus mpox tanpa ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit (transmisi lokal). Penyelidikan saat ini masih terus dilakukan untuk mengetahui gambaran epidemiologi kasus yang dilaporkan.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, Indonesia telah melakukan peniliaian risiko mpox yang melibatkan multisektor. Sehingga terus di perlukan peningkatan kewaspadaan terhadap mpox di Indonesia.

Jaya mengatakan, sampai saat ini belum ada vaksin untuk MPOX, untuk pengobatan masih menggunakan obat cacar pada umumnya.

“Kalau ada masyarakat yang merasa terkena cacar monyet bisa langsung ke Puskesmas. Karena virus tidak lama  seperti DBD  seminggu saja. Corona, kan cuma 14 hari habis itu hilang,” ucapnya.

Dinkes Kaltim meneruskan surat edaran kepada pemerintah di seluruh kabupaten atau kota se-Kaltim, agar masyarakat menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan, dan menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi MPOX.

“Jika ada kasus terindikasi, tentu akan diambil sampel darah dan diperiksa. Kalau negatif kemungkinan itu cacar lain, tetapi jika positif berarti MPOX sudah masuk di Kaltim,” pungkasnya. (Puput)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -