src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mancing Mania Asal Malaysia dan Singapura Rutin ke Tabang, Lolita: Kami Gencarkan Promosi Wisata

Mancing Mania Asal Malaysia dan Singapura Rutin ke Tabang, Lolita: Kami Gencarkan Promosi Wisata

3 minutes reading
Tuesday, 3 Oct 2023 20:48 463 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Sebagai warga asli, lahir dan tumbuh di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, perempuan ini gelisah dengan potensi pariwisata kampung halamannya yang tak “tercium” wisatawan.

Objek wisata Desa Muara Belinau Kecamatan Tabang.(sumber : istimewa/Dewi Lolita

Namanya Dewi Lolita. Dia seorang guru honorer. Di matanya, Tabang adalah surga tersembunyi yang harus dikenalkan ke dunia luar. Objek wisata di sini layak jadi destinasi bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Alasan ini yang mendorong Lolita menjadi pemandu wisata. Profesi yang ditekuninya beberapa tahun terakhir sembari mengajar di SMPN 11 Tabang Desa Sungai Lunuk.

Dia pun terus mempromosikan Tabang sebagai destinasi wisata ke dunia luar. Upaya yang tampaknya berhasil. Sejumlah wisatawan asal negeri jiran Malaysia dan Singapura mulai rutin menginjakkan kaki ke kecamatan terjauh di Kutai Kartanegara.

Objek wisata Desa Muara Belinau Kecamatan Tabang.(sumber : istimewa/Dewi Lolita)

“Sudah hampir dua tahun terakhir ini, banyak wisatawan Malaysia dan Singapura yang saya layani berwisata di Tabang, kecamatan terjauh di Kukar,” cerita Lolita, Selasa 3 Oktober 2023.

Apa yang dicari wisatawan asing jauh-jauh ke Tabang? Rupanya, mereka datang untuk menyalurkan hobi mancing ikan di alam liar dan dianggap masih “perawan”. Di sungai Tabang ada ikan dewa atau master fish yang diburu para penggila mancing dari negeri jiran.

Bagaimana cara Lolita berhasil menarik para wisatawan asing ke Tabang? Guru mapel kesenian dan kebudayaan tersebut mengaku pernah mempromosikan Tabang saat ada event perkumpulan pemandu wisata di Bali sekitar tiga tahun yang lalu.

” Di situlah saya gencar mempromosikan Tabang di hadapan para wisatawan asing sehingga membuat wisatawan Malaysia dan Singapura rutin ke Tabang. Memang untuk wisatawan Bule belum ada yang ke sana, lebih banyak dari dua negara tersebut,” bebernya.

Terkait biaya perjalanan ke Tabang, Lolita buka-bukaan soal angka. Tarif yang diberlakukan bersifat fleksibel. Jika memakai jasa jemput ke Kota Balikpapan, jauh lebih mahal dibandingkan dengan wisatawan datang sendiri ke Tabang.

“Sempat tujuh orang wisatawan kami pandu untuk mancing di dua spot. Lokasi pertama ada di Desa Muara Belinau, satu lokasi lagi masuk di dua desa, Muara Kebaq dan Muara Salung. Dengan total biaya transportasi, konsumsi dan penginapan sebesar Rp 17 juta,” ungkapnya.

Kecamatan Tabang punya 19 desa dengan masing-masing potensi wisata yang luar biasa. Ada air terjun Sido Mulyo, wisata air
negeri di atas awan, gunung babi, taman anggrek Muara Belinau, serta pemandian air panas.

Dia berharap potensi pariwisata di kampungnya menjadi perhatian pemerintah.
“Tolong Pemkab Kukar bina kami agar obyek wisata desa yang ada di Tabang semakin bergeliat,” pintanya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x